8 Hari Mencari Makna #3

Jetlag

Rabu lima hari yang lalu,
07.30
Aku sudah di depan Khonsa ketika ada sms dari Sofiet. Rapat Cresscendo jadinya di Etos Monjali. Doeng! Aku pun segera memutar arah ke barat. Setelah evaluasi outbond KMAP di Piyungan jumat lalu, pembahasan berlanjut ke Cresscendo Craft. Lembaga training ini akhirnya mengembangkan sayap ke dunia bisnis.

11.00
Aku menuju ruang pak Wawan. Beliau sudah ada. Aku pun masuk ke ruangan. Setelah membolak – balik catatan dan koreksi draft, beliau menutupnya dengan kalimat, “Ini langsung dilengkapi saja. Daftar isi, tabel, lampiran dan lain – lainnya.” Alhamdulillah. Kabar baik. Sekarang tergantung aku. Bisa fokus gak untuk melengkapinya.

Setelah berpamitan, aku segera meluncur ke utara. Maksud hati beli Telacake, apa daya adanya cuma keju dan kacang. Eza kan sukanya cokelat. Aku pun mengurungkan niat dan segera meluncur ke Lempuyangan. Azan sudah berkumandang dari mushola Lempuyangan. Prameks sudah berlalu pukul 10.36. Terpaksa aku membeli Madiun Jaya AC yang berangkat pukul 12.06. Sembari menunggu aku menuju mushola di barat stasiun.

Teman seperjalananku seorang mahasiswi manajemen 2009 UNS. Ah, lagi – lagi aku lupa namanya. Seorang siswi Stella Duce dari Kota Gede. Kami mengobrol tentang Solo dan Jogja. Apa yang ada di Solo tapi tak ada di Jogja dan sebaliknya.

Setelah beberapa menit berada di dalam Atmo, aku pun sampai di depan kantor BNI Sekar Pace Jebres. Pom bensin sudah kelewatan. Aku pun segera balik arah menuju gang Guntur dan mencoba mengingat – ingat yang mana kos Eza. Aku baru sekali ke sana setelah dia pindah dari kosan yang lama di dekat UNS. Ayahku sedang keluar ketika aku sampai. Katanya jemput ke pom bensin. Tapi kok gak liat ya? -.-a

Setelah beristirahat sebentar, kami berempat meluncur bersama Atmo menuju Solo Grand Mall (SGM). Makan dan jalan bentar. Jauh – jauh ke Solo, ibu cuma beli gula. Padahal Gulaku kan dari Lampung.

Setelah sholat ashar, kami berpisah. Eza ke kosan, ayah dan ibu balik lagi ke Polan, sedangkan aku menuju ke Purwosari. Besok kamis siang ayah ibu akan melanjutkan perjalanan ke Cikarang, tempat cik Mis, cik Rina dan cik Ama. Sabtu pulang ke Baturaja. Senin dinas lagi. Genap tour sepuluh hari.


Lagi – lagi aku ketinggalan kereta. Prameks pukul 16.16 sudah melaju. Aku pun harus sabar menunggu Prameks berikutnya pukul 17.47. Maka ku cari bangku yang nyaman untuk membaca. Di tasku ada “Tanah Putih”, novel baru Medika Arsy. Tak lama dari azan maghrib, Prameks yang kutunggu pun datang.

Suasana di gerbong cukup padat. Tampak wajah – wajah lelah para penumpang yang baru pulang kerja. Bahkan ada yang langsung terlelap tidur begitu kereta meninggalkan stasiun. Karena tak ada yang bisa diajak ngobrol, aku lanjut membaca novel sampai tiba di Maguwo. Total hampir tujuh jam perjalanan Jogja-Solo-Jogja kali ini. Aku segera meluncur ke salima dan langsung tepar setelah isya’. [Bersambung...]

8 Hari Mencari Makna #2

Another Tuesday Story

Selasa enam hari yang lalu,
Jogja masih pagi ketika ada sebuah sms dari seorang teman masuk ke inbox AsyaRo.

Aku tak tau perasaan ini bernama apa..
Hari ini aku bangun dengan sesak di hati.
Tiba – tiba ada sesuatu yang deras tak terbendung di sujudku tadi,
Aku tak tau perasaan ini bernama apa,
Smoga allah melindungiku dari putus asa.
Received:
06:02:03
22-05-2012
From: +62857.4312.xxx

Ini hari apa sih? Otakku mulai berputar. Ah, ya, hari ini ada wisuda s1. Aku dan ispri pun membahas itu. Selalu ada saatnya. Hasil tergantung usaha masing – masing orang.

Aku baru saja mendarat di salima ketika ada sms dari ayahku. Pagi ini ayah dan ibu baru saja sampai di tempat mbah di Polan. Ayah dan ibu sedang tour d’Java. Rabu dari rumah naek Rosalia, jumat pagi nyampe Surabaya. Macet. Jumat itu istirahat di rumah bulek Rida di dekat terminal Sidoarjo. Sabtu di Malang. Ada pengajian cak Nun ngundang 2.000 anak yatim yang diadakan oom-nya ibuku. Ahad istirahat. Senin meluncur ke Klaten. Dan hari ini mereka mau main ke Jogja.

Untuk kesekian kalinya aku dan Rika berjalan bersisian menuju GSP. Hari ini ada beberapa pejuang07 yang wisuda. Antara setengah niat kami ke sana. Tanpa membawa setangkai bunga, sebatang coklat ataupun sekotak hadiah tanda selamat. Dari arah berlawanan ada Toga, Nadya dan Nia.

“Nah ini, mbak – mbak kapan wisuda? Mau tak siapin bunga beserta pot-nya”, ujar Toga setengah bercanda sambil mengacung – acungkan telunjuk sok serius.
“Insyaallah selanjutnya, Ga”, sahut kami berbarengan.”

Maka habis ashar aku pun menjemput ayah ibu di kopma. Setelah ngobrol dan makan pempek di selatan Kopma, di seberang sekolah vokasi, kami pun menuju ke Salima. Setelah sholat ashar, ibu ngobrol dengan Arkan dan Ispri, sementara ayahku sibuk membongkar Adhiyyat. Tentu saja aku jadi asisten ayahku.

Ternyata air akinya kering. Maka aku pun menuju ke toko bali. Sudah hampir jam lima. Tampaknya baik ayah maupun ibu tak tertarik untuk jalan. Beringharjo sesore ini tentu sudah tutup kan? Maka aku segera meminta Om Dida mengantarkan produk Pa’ole ke salima.

Jelang maghrib ayah ibu pamit. Malam ini mereka akan menginap di Polan. Aku tak ikut karena ternyata hari ini pak Wawan belum selesai membaca draftku. Besok rabu ketemu beliau lagi. [Bersambung...]

MITI ke Minggir

Ahad kemarin,
08.30
Mardliyyah tampak sepi ketika aku dan Harits tiba. Hanya ada Dida dan Aji. Catur belum datang. Tak lama kemudian muncul Mbak Tri (lulusan Pendidikan Kimia UIN 2004). Sambil menunggu yang lain, aku menyerahkan laporan monev ke mbak Tri. Sudah hampir jam sembilan ketika Riza (Pertanian UGM 2010) dan Shofi (Amikom 2008) datang. Setelah rombongan lengkap, kami berdelapan menuju ke Minggir.

09.35
Sesampainya di rumah bu Budi, kami disambut seperti tamu. Iyalah kan ada kunjungan dari MITI. Di meja tamu sudah ada lemper, tahu telur puyuh, bika ambon, bolu coklat dan air mineral kemasan gelas. Tak lama kemudian teh hangat dihidangkan. Jadi ingat jaman KKN. Setelah berkenalan sekilas, mbak Tri, Shofi dan Riza bergiliran bertanya tentang produksi abon di Padon. Setelah puas bertanya, kami menuju dapur dan melihat proses pembuatan abon. Berasa lagi di acara TV deh.

10.40
Kami menuju ke tempat produksi kerupuk, pangsit dan stik. Ibu – ibu sedang membuat produk. Tim dari MITI melihat prosesnya dipandu mbak Dwi. Riza bahkan ikut mencoba menggunakan alatnya. Sekitar jam setengah dua belas, kami disuruh makan siang. Alhamdulillah rejeki. Menu komplit lele goreng, tempe goreng, urap dan sambal. Lengkap dengan kerupuk dan pangsit lele. Maaf ya yang gak datang. Jatah kalian kami abisin.^^v

Abis makan, eh, azan. Kami pamit deh. #ora.sopan.tenan
Sebelum pulang, foto bareng dulu yukz..


Kesimpulan dari monev ini adalah Pa’ole cukup berkembang. Dari modal dan alat  yang terbatas, produksi bisa jalan terus empat – lima bulan ini. Walau belum seberapa, tapi ibu – ibu sudah bisa bagi hasil. Kalo udah selesai hibah MITI, bisa ngajuin bisnis plan ke pihak lain nih. Maju terus Pa’ole! Jaga terus semangatnya! \^^/

Salima, 28 Mei 2012, 20:50

8 Hari Mencari Makna #1

Monday Smile,

Senin seminggu yang lalu,
Jarum jam MonoL putihku menunjukkan sudut menuju pukul 08.00. Aku sudah standby di lobi unit III. Papan status para dosen menandakan pak Wawan sedang keluar. Entah aku yang terlalu pagi, atau aku sudah terlambat untuk menemui beliau di waktu pagi. Aku sudah hafal jadwal beliau. Kalo gak pagi banget, sebelum jam 8, berarti antara jam 11 sampe 13. Sangat jarang beliau bisa ditemui setelah itu. Beberapa kali aku terlambat karena berusaha menemui beliau pada waktu hampir ashar.
Lantai satu unit II terlihat sepi. Tak mungkin para karyawan dan TU belum datang jam segini. Tapi, itu lah yang ku dapati. Kusibukkan diri membuat daftar tabel, gambar dan lampiran di notesku. Sengaja An-naml kutinggal di salima. Niatku hanya menyerahkan draft pada pak Wawan. Setengah jam tak terasa. Para karyawan berdatangan dari pintu timur. Mereka menggunakan kemeja putih dan bawahan hitam. Ada apakah gerangan?

“lho, pak, kok baru datang? Gak ikut upacara?”, tegur seorang ibu pada Pak Yus yang baru datang dengan mengenakan batik.
“upacara apa e?”, sahut beliau santai.
“Hari kebangkitan. Wah, bapak’e bolos.”
“Oo.. Gak mesti ikut kan? Hehe..”

Aku cuma bisa tersenyum mendengar guyonan dosen dan karyawan itu. Hmm, tampaknya di TU sudah ada yang jaga. Aku pun masuk menuju TU di depan laboratorium teknologi formulasi. Sekilas kulirik ruang pak Wawan. Alhamdulillah, beliau sudah datang. Entah beliau masuk dari mana. Aku tak sadar ternyata beliau lewat.

“Assalamu’alaikum. Pak, ini draft saya.”
“Wa’alaikumsalam. Ya, taruh aja. Ini sudah semua?”
“iya, tapi belum dilengkapi yang laen – laen pak.”
“Nanti saya cek dulu. Anda kesini lagi rabu atau kamis saja.”
“Kalo besok selasa kira – kira sudah belum pak?”
“Ya, saya usahakan.”
“Bisa ketemu jam berapa pak?”
“Antara jam 11 sampe jam 1.”
“O, ya ya, terimakasih pak.”
“Ya, sama – sama.”
“Assalamu’alaikum.”
“Wa’alaikumsalam.”
Aku pun meluncur menuju salima dengan langkah ringan.

Kemarin Tanjoubi-nya Pity. Aku segera membungkus everything pink untuknya. Sekitar jam 10 aku meluncur ke rumahnya. Aku disambut ibunya. Obrolan standar khas ibu – ibu. Kapan mbak Nea lulus? Lalalala. Kujawab saja seadanya. Tak lama kemudian pity keluar membawa origami. Dan jadilah selama hampir dua jam itu kami mengobrol sambil melipat kertas bermotif itu.

Sorenya, aku menemani Rika ke Pramita Lab dan GMC. Malamnya, aku menjemput Ispri di Lempuyangan. Karena sudah lewat jam 9, akhirnya aku mabit di kosnya. Aku pun mendengarkan kisah perjalanan Ispri dari Kediri ke Jogja. Selalu ada hal baru yang didapat selama perjalanan. Kalo aku sih ngincer oleh – olehnya. Haha.. [Bersambung...]

A Half of May

Hampir 2 pekan aku tak menulis. Tak kusempatkan diantara aktivitas Omah Bayi on Edu&Book Fest di GOR UNY, Training Kemediaan BiMo di Teknik, Forsat07 jenguk ibu intan di Klaten Cresscendo ngisi outbond di Piyungan, sampai kemarin, ke Walimahan mbak Prima di Secata, Gombong.

Apa sih yang dicari dari kegiatan seabrek di (luar) kampus?

-SKRIPSI-

Sebuah kata yang membuatku males makan, pengen tidur aja, pengen ngilang.

Ah, sudah berapa kali wisuda kulewatkan?

Mei 2011 –> ada teman selingkaran yg sudah wisuda

Agustus 2011 –> aku masih KKN

November 2011 –> masih ngulang kuliah dan baru mulai proposal skripsi

Februari 2012 –> Pembahasannya belum dalam, harus ditambah lagi

Mei 2012 –> belum pendadaran

Tak salah memang ketika orang tua sudah “menuntut”. Tujuannya baik, supaya aku tak tertinggal dari teman seangkatan.

Semalam ada pengajian Cak Nun ngundang 2.000 anak yatim di Malang. Yang ngadain adeknya Kakekku. Ayah ibuku ke sana. Aku tak ikut. Kenapa? Padahal itu kesempatan baik untuk bertemu keluarga besar. Apalagi sebelumnya ayah ibu mampir ke tempat bulek di Surabaya. Entahlah, mungkin aku belum terbiasa untuk ikut acara keluarga. Dan penyulut kemalasanku adalah karena aku sempat mutung ditanyain ibu tentang skripsi.

Awal mei, aku sudah berusaha menyelesaikan scriptku. Tapi lepiku malah rusak. Pas si lepi udah bener, aku yang sakit. Aku baru sembuh, eh, dapet job. Selesai 1 job, kukebut skripsiku esoknya, eh, pas ke kampus dosenQ udah pulang. Dan akhirnya kuhabiskan long weekendku tour d’ Klaten-Piyungan-Gombong. Besok senin ngadep insyaallah.

Semalam, setelah mendarat di Mardliyyah, aku berjalan kaki menuju kosan. Kemudian mampir di Burjo untuk beli dinner. Dan kudapati sebuah sms dari seorang teman.

Klo gini. ama ibu-bapak anti pan kesannya dakwah ini menghalangi akademis.. Aq percaya dh, anti&temen2 ADK yg lain hebat, bsa ngebagi waktu antara akademis dg aktivitas yg buanyak bgt. Tapi orang tua kita pasti butuh bukti Ne. (ANR)

Usai dinner, room-mate-ku pulang. Dan lagi – lagi kami terlibat diskusi tentang skripsi. Terselip do’a pendadaran bulan ini, Juni seminar terbuka dan yudisium. Semoga pulang lebaran sudah dengan label “lulus” – entah sudah wisuda atau belum.

Semangaatttt :D

Aq jg pgn buru2 slesai, udah antiklimaks skrg posisinya, hehe

Ktemu di GSP Juli/Agustus ya :D (NA)

Salima, 20 Mei 2012, 10:14Image

Bidang Miring

Ass. Mb Nea, maf q lupa bw plastik. Bs minta tlg g? Oia, standnya pindah d dpn sekret.

Received: 09:51:47

09-05-2012

From: -Mb Isty-

Rabu, 9 Mei 2012

Abis ashar, aku langsung meluncur ke GOR UNY. Oke, ku koreksi tulisanku kemarin. Ternyata ada banner di perempatan Sagan. Yah, semoga dengan pindahnya posisi stand kami, omzet kami jauh lebih banyak daripada kemarin. Aku masuk ke GOR dan langsung menemukan stand Entrasol, Black Donnut, Es Puter, Nugget sayur si kembar dan stand kami tepat di sebelahnya. Hanya ada satu meja, satu rak popok dan satu rak stiker pintu. Haha, gak nyambung banget sih posisinya. Biasanya kami ditempatkan dekat stand fashion. Yasudahlah, terima saja.

Mbak Isty sedang sholat ketika aku sampai. Aku pun langsung ngobrol dengan ibu penjual Nugget. Tak lama, mbak Isty selesai sholat dan bersiap pulang. Alhamdulillah, hari ini sudah dapat hampir 2 kali lipat omzet kemarin. Tiba – tiba aku melihat pak Arif, suami Mbak Aan datang membawa barang dari Magelang. Aku pun mengikuti beliau. Mbak Isty yang sudah mau pulang tak jadi beranjak. Ternyata bagian belakang mobil pak Arif penuh dengan popok, sandal obral, kaos kaki, kaos anak, makanan non Msg (Mie sawi, mie bayam, mie tomat, mie wortel, egg roll, tepung bumbu) dan susu kambing bubuk. Waduh, banyak banget. Semoga gak diomelin panitia. Hihi.

Kami pun langsung menata barang – barang yang baru datang tersebut. Kebetulan Mbak Isty tidak ada agenda. Jadi, beliau bisa menemaniku jaga. Sore hari adalah waktu ramai pengunjung. Dengan posisi kami yang sangat strategis, pasti aku kewalahan jika sendirian. Sandal adalah barang yang paling menarik perhatian. Bayangkan! Sandal bapak – bapak yang biasanya puluhan ribu, sandal jepit yang standarnya lima belas ribu, dan sandal anak yang lucu – lucu, semuanya cuma SEPULUH RIBU! Haha, ini namanya Omah Bayi, produk andalannya popok kain, tapi yang paling laku sandal.*haha lupakan

Menjelang maghrib, mbak Isty pun pamit. Iyalah, udah seharian jaga. Pengunjung Edu&Book Fest sudah mulai pulang. Stand Nugget si Kembar pun sudah berganti penjaga. Kali ini mbak ummahat dengan anaknya yang bernama Afifah.

Tempat sholat maghrib di GOR adalah ruangan yang biasanya digunakan sebagai ruang ganti jika ada pementasan ataupun pertandingan. Putra dan putri terpisah. Toiletnya ada di masing – masing space. Ruangan cukup lenggang. Hanya ada 4 – 5 orang. Ah, mungkin karena aku sholat setelah jama’ah bubar. Gantian dengan ummi-nya Afifah.

Seusai sholat, mataku berhenti di satu titik. Di sudut barisan terdepan ada seorang ibu berusia sekitar 50 tahun sedang tilawah. Allahu rabbi, jadi tertampar. Ingatanku kembali di masa ketika jadi kabid kaderisasi KMMF. Tilawah 1 juz adalah target minimal. Tak jarang tilawahku mencapai 1,5 sampai 2 juz tiap harinya. Dulu, ketika jadi staf di BEM, aku tilawah setengah juz. Ketika SMA, seperempat juz adalah standar minimal yang gak bisa ditawar. Seiring kesibukanku dua – tiga tahun terakhir, tilawahku mulai berkurang. Begitu juga dengan ibadah yang lain. Hanya sholat dhuha yang tak pernah kutinggalkan.

Pukul 20.00 ada pertunjukan tarian korea dari pusat studi korea UGM. Dilanjutkan talkshow tentang korea.

Sementara kesibukan di GOR UNY masih berlangsung..

Salima, 10 Mei 2012, 09.08

Edu & Book Fest

Aku sempat kaget ketika senin malam mbak Lilis menghubungiku untuk menjaga stand Omah Bayi di GOR UNY 8 – 14 Mei ini. Heeh? Emang ada pameran apa? Perasaan gak ada Book Fair atau Muslim Fair deh. Ternyata eh ternyata, ada Education and Book Festival. Kemarin – kemarin sempat sih liat bannernya pas lewat depan GOR UNY. Tapi koq gak ada publikasi di mana gitu. Sepanjang jalan kek, atau minimal di perempatan lah.

Selasa pagi, 08.15

Aku sampai di GOR UNY. Masih sepi. Hanya ada sedikit tanda – tanda akan ada keramaian. Lho? Ni yang ngurus Syakaa Organizer ya? Koq gak serame pas Book Fair ya?

Yasudah, aku pun mencari mbak Lilis. Setelah menemukan stand yang dituju, kami mulai menata barang yang tidak seberapa.

“Waduh, gede banget mbak standnya”, ujarku takjub.

“Iya, gak imbang dengan barangnya.”

“Satu, dua, tiga. Cuma 3 x 3 meter koq mbak. Standar”

“Iya, kemaren aku minta stand meja aja. Ternyata ada yang meng-cancel. Jadinya kita ditempatin di sini deh. Tapi siap – siap aja bagi dua”, jawab mbak Lilis dengan senyum penuh arti.

“Oooh, I see..”, sahutku singkat.

Beberapa kali aku terlibat jaga stand selalu di Mandala Bhakti Wanitatama, dalam rangka Jogja Muslim Fair oleh Giant Organizer. Baru kali ini berurusan dengan Syakaa Organizer dan bertempat di GOR UNY.

Jadinya, beginilah display stand kami:

Beberapa menit kemudian, ternyata ada Entrasol yang menjadi teman berbagi stand kami. Karena posisi rak jadi gak strategis, akhirnya raknya kupindah ke depan. Jadi displaynya gini:

Abis dzuhur, aku ada arisan, sementara Vhe belum datang. Hapenya gak bisa dihubungi. Ah, mungkin sinyalnya susah di ruangan gini. Akhirnya stand kutitip saja pada mbaknya. Tak lama kemudian, Vhe sampai di TKP dan menjaga stand sampai maghrib. Abis maghrib, aku ke GOR UNY lagi. Ternyata mbak – mbak cantiknya udah pada pulang. Hanya Vhe seorang yang krik – krik di sana.

Tak lama setelah aku sampai, Vhe pun capcus jemput Desy. Di ujung sana ada Harits, dan ia pun mampir. Setelah isya’, mbak Lilis datang. Tak lama, Dian pun sampai untuk mengembalikan cam-dig Eza. Keramaian pun lengkap sudah dengan kedatangan Desy dan Vhe. Sesi talkshow malam itu adalah Bedah Buku “Belajar Merawat Indonesia”. Sayangnya GOR UNY sepi dan krik – krik sekali. Publikasinya nih kurang masif ^^v

Salima, 9 Mei 2012, 14:55

22 Fighters

Ah, ini bukan ngomongin umurku yang baru 22 tahun. Ini tentang sebuah keluarga baru. *geli gue ngomongnya

Sebulan ini, sebuah lembaga baru yang sudah lama mati suri, mulai bangkit lagi. *koq jadi serem yak? Haha, sebut saja bimo.  Biro Media Opini FORSALAMM yang sudah ada sejak 4-5 tahun silam, mulai menata dirinya. Aku cukup kaget ketika harus terlibat disini di semester akhir kuliahku ini (amiiin).

Sebagai new comer (pendatang baru), tentunya tak banyak yang bisa kulakukan. Dulu pernah sih di tahun pertama terlibat di media, sebagai staf Lembaga Kekaryaan Jurnalistik BEM KM Farmasi dan staf bidang media opini KMMF. Lalu, selama 3 tahun terakhir aku tenggelam di dunia kaderisasi, walaupun hobi fotografiku tetap berjalan. Kadang – kadang nulis di note fb. Dan baru 3-4 bulan ini jadi blogger gara – gara suntuk skripsi. #ups!

Bimo 2012 berawal dari beberapa orang, kemudian terbentuk tim 6. Setelah itu mulai mengajak orang terdekat untuk ambil bagian. Ada temen se-kosan, temen satu fakultas, atau mungkin teman se-lingkaran. Siapa aja yang penting ngaji. Syarat mutlak yang gak bisa lagi ditawar karena bimo adalah corong-nya FORSALAMM.

Sebagai lembaga media yang punya cerita pasang – surut, memulai dari 0 tahun ini tentunya tidak akan mudah. Oleh karena itu, butuh ke-solid-an di dalamnya.

Ada 3 hal yang harus dimanage:

1. Produk: diampu divisi litbang – redaksi – perusahaan (design layout) –> syiar

2. Dana: diampu divisi perusahaan (marketing) kerjasama dengan sekbend (proposal) –> jaringan

3. SDM: diampu divisi HRD –> kaderisasi

 

Tercatat ada 22 orang yang akan mengurus ketiganya. Dengan SDM yang terbatas di tiap divisi, tentunya tak boleh ada kotak – kotak.

“Gue kan, anak redaksi, ngapain nyari sponsor? Itu kan kerjaan perusahaan”

atau

“Ih, gak mau ah ngurusin SD, biar HRD aja yang pusing”

atau

“Aku jadi gak sempet nulis, Mbak. Ribet nyebar proposal.”

Bimo satu tubuh, walau terbagi divisi :)

Kemarin Selasa (8/5), diadakan temu bimo-ers 2012 di segi 8 sayap selatan maskam. Alhamdulillah, yang datang ada sekitar 10 orang, sementara yang lain ada praktikum, kuliah, ataupun kegiatan lain. Semoga lain kali bisa berkumpul dengan personil yang lengkap.

Salima, 9 Mei 2012, 14:21

Irshad Manji, Emang Gue Pikirin!

Seolah isue gender menjadi fokus utama media akhir – akhir ini. Diawali dengan pro kontra RUU KKG, dilanjutkan dengan kedatangan Irshad Manji ke Indonesia. Umat muslim jadi heboh deh. Ah, penting ya? Biarin aja lah. Itu yang terlintas dibenakku ketika tau. Tapi, aku kemudian membaca beberapa artikel tentang Manji, dari tulisannya Adian Husaini, berita – berita dari situs – situs online tentang bedah bukunya di Jakarta dan Solo.

Dan, yang membuatku geleng – geleng adalah ketika dia dijadwalkan untuk mengisi di bincang pagi Center for Religious and Cross-cultural Studies (CRCS) UGM. Plis deh, kayak gak ada orang laen yang lebih layak untuk mengisi acara tersebut. Okelah, memang, UGM adalah World Class Research University (WCRU), tapi bukan berarti semua pemikiran di terima dong.

Bisa jadi gerakan penolakan disebabkan karena kekhawatiran kita bahwa pemikiran Irshad Manji akan mengacaukan pemikiran saudara kita yang belum paham dengan Islam. Ah, apakah dasar keislaman kita sudah baik? Yah, paling tidak kita bukanlah orang yang sepakat dengan pemikiran feminis.

Yang perlu dikuatkan bukan boikotnya, tapi kepahaman kita sendiri tentang Islam. Kalo isue gender gak marak akhir – akhir ini, mungkin aku gak akan banyak baca tentang itu. Mungkin gak banyak yang mencari tau tentang kisah Nabi Luth as. Sebenarnya, kalo semua muslim udah pada paham dengan gimana Islam memandang tentang hubungan sesama manusia, baik itu pada lawan jenis ataupun sesama jenis, tentu kita tak akan resah ketika ada seseorang yang mempunyai pandangan berbeda tentang Islam, entah ia mengaku muslim/muslimah atau bukan.

Tapi, kenyataannya kan belum. Muslim sendiri belum paham dengan Islam. Kenapa? Tentu saja karena gencarnya serangan pemikiran (Ghowzul Fikr) di semua bidang, di semua tingkat usia dan pendidikan. Sasaran utamanya anak muda, diserang dengan Food, Fun and Fashion. Fiyuh~ Yaudah, sekarang fokus aja deh untuk memperdalam keislaman kita. Tapi bukan berarti menutup diri dengan pemikiran yang lain lho ya. Open mind, tapi tetep selektif!

Salima, 9 Mei 2012, 13:12

Alhamdulillah, Bincang Paginya dicancel :)

Nabi Adam as.

Beberapa hari lalu sensei kami memberi materi tentang Nabi Adam as. Materi dasar sih emang. Tapi materi ini penting karena terkait dengan akidah dan rukun iman. Tujuan umum madah ini yaitu supaya dapat meneladani nabi dan rasul yang disebutkan dalam Al-Qur’an dalam jihad, kesabaran, keimanan dan ketakwaan. Tujuan khususnya lumayan banyak. Ada sekitar 37 poin!

Let’s check it out!

Adam adalah nama manusia pertama. Ada beberapa pendapat mengenai alasan penamaan Adam:

*Ad-Dhahhak: Adam berasal dari kata al-udmah yang berarti sumroh (coklat), karena Adam berkulit coklat.

*An-Nadhr: Adam berasal dari kata al-udmah yang berarti bayaadhu (putih), karena Adam berkulit putih.

*Pendapat lain yang lebih kuat: al-udmah berarti materi (zat), Udmatul ardhi, artinya zat yang berasal dari tanah.

Kata Adam terulang dalam Al-Qur’an sebanyak 25 kali.

Ada beberapa hal yang perlu dibahas terkait Nabi Adam as:

Hakikat Pertama: Materi Penciptaannya

Materi penciptaan Adam as adalah tanah. Disebutkan dalam beberapa riwayat bahwa Allah mengutus satu malaikat untuk mengambil tanah dari berbagai tempat di bumi. Ada yang merah, putih dan hitam.

Fathir, 35: 11

As-shaffat, 37: 11

Al-Hijr, 15: 26

As-Sajdah, 32: 7-9

Hakikat Kedua: Karakteristik Adam as

1) At-Takfir (berfikir) dan At-Ta’allum (belajar) –> Al-Baqarah, 2: 31-33

2) An-Nis-yan (lupa) dan Ad-Dha’f (lemah) –> Thaha, 20: 115

3) At-Takrim lahu fi dzatihi (dimuliakan)

Al-Baqarah, 2: 34 – 35

Al-Isra, 17: 70,

At-Tin, 95: 4-6

Maryam, 19: 58

4) Al-I’tinas (kecenderungan untuk berkumpul dan berjiwa sosial)

5) Al-Ibtila (ujian)

Unsur bumi (tanah) dan unsur langit (ruh) bercampur pada diri manusia. Ada tarikan kebaikan dan kejahatan dalam jiwa manusia. Ada syetan yang terus menerus menunggu di setiap jalan kebenaran yang ingin ditempuh. Adam dan Hawa pun pernah tergoda walaupun sudah diperingatkan Allah.

Al-A’raf, 7: 20-24

Al-Hijr, 15: 39-42

Hakikat Ketiga: Risalah (misi) Adam as

Menjadi Khalifah (Al-Baqarah, 2: 30)

Hakikat Keempat

Bersaksi bahwa akan beribadah hanya kepada Allah (Al-A’raf, 7: 172)

Hakikat Kelima

Kejahatan pembunuhan pertama kali oleh anak Adam as, Habil dan Qabil (Al-Ma’idah, 5: 26-31)

Hakikat Keenam

Keturunan Adam diperintahkan untuk selalu tahadduts, menyebut – nyebut nikmat – nikmat Allah. (Al-A’raf, 7: 31-31)

Apakah Adam Nabi dan Rasul?

Iya, Adam adalah Nabi.

Kalo Rasul? Hmm, ada perbedaan pendapat. Jumhur ulama berpendapat bahwa kerasulan dimulai sejak Nuh as. (Asy-Syura, 42: 13)

Apakah Adam as adalah Manusia Pertama?

Yupz, buktinya kuat dalam Al-Qur’an tanpa bisa dibantah.

Well, cerita tentang Nabi Adam cukup panjang. Ini hanyalah sekedar pengantar. Silahkan lanjut baca sendiri ya ^^v

Salima, 7 Mei 2012, 12:23