Nila Tanzil: Bantu Anak-Anak di Indonesia Timur Membaca

Halo~

Happy Wednesday, Minna-san!

Sudah lama gak update blog ya. ^^v

Kali ini aku mau berbagi tentang Nila Tanzil, seorang konsultan travel dan influencer, telah berkesempatan mengunjungi 34 negara di dunia. Pertama membaca profilnya aku sangat iri. Salah satu impianku adalah keliling dunia, yang dimulai dengan keliling Indonesia, terutama pulau Jawa selama belasan tahun terakhir.

Bagi Nila Tanzil, traveling menjadi akar yang membentuk pribadinya seperti sekarang. Traveling membuatnya lebih toleran terhadap orang lain, dan yang terpenting, mengenal dirinya secara lebih baik. Tak hanya mengunjungi negara lain, Nila juga tertarik untuk mengeksplorasi Indonesia, terutama di wilayah Timur. Namun pengalaman tak menyenangkan menghampiri Nila pada 2009. Saat berkunjung ke Kampung Nampar, Flores, Nila terkejut mendapati anak-anak kecil meminta-minta uang kepada para turis. Pun ketika Nila memutuskan untuk mampir ke sekolah anak-anak tersebut, ia prihatin mendapati koleksi buku di perpustakaan sangat minim. Padahal buku adalah jendela dunia yang sangat penting bagi masa depan anak-anak.

Sejak saat itu, Nila bertekad untuk membuat anak-anak di Indonesia Timur agar melek literasi dan berhenti menjadi peminta-minta. Dengan segala upaya, ia kemudian mendirikan Taman Bacaan Pelangi. Nila pun rela meninggalkan karirnya di dunia korporasi yang tengah menanjak. Kini, Taman Bacaan Pelangi telah memberi manfaat kepada lebih dari 30.000 anak, mendistribusikan lebih dari 300.000 buku, dan mendirikan 104 perpustakaan di Indonesia Bagian Timur.

Atas kiprahnya selama ini, Nila telah dianugerahi ragam penghargaan, seperti “10 Iconic Women 2016”, “Forbes Indonesia 10 Inspiring Women 2015”, “Kartini Next Generation 2013” dari Kementerian Komunikasi dan Informatika serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, dan masih banyak lagi. Pada 2016, Nila juga diakui sebagai salah satu dari “10 finalis EY Entrepreneur of The Year 2016”, penghargaan bergengsi dari Ernst & Young. Keren ya, semoga makin banyak orang-orang inspiratif seperti Nila Tanzil.

Pengalaman Nila tersebut kemudian dibukukan ke dalam The Art of Giving Back. Melalui buku ini, Nila ingin agar setiap orang merasakan kenikmatan berbagi dan menjadikannya sebagai gaya hidup.

“Salah satu moment bahagia yang aku rasakan yaitu pada saat membuat perpustakaan untuk adik-adik di Flores tahun 2017 bersama Taman Bacaan Pelangi. Tidak hanya bahagia saat bisa membuat perpustakaannya, tetapi momen berbagi cerita sama adik-adik di sana, spending time with them, sang together, and also played a little game with those awesome children, itu yang membuatku benar-benar senang.” komentar Vidi Aldiano yang tertuang dalam buku The Art of Giving Back.

Pengalaman senada juga dirasakan Olga Lidya setelah membaca buku ini, “The art of giving is the joy of serving. Karena pemberian apa pun dengan tujuan melayani akan membawa kegembiraan bagi penerima dan juga pemberinya, baik itu sebuah buku ataupun senyum manis yang tulus.”

Tertarik membaca buku ini?

Masa pre order The Art of Giving Back telah dibuka mulai 6—30 November 2018 di mizanstore.com. Menariknya, dengan membeli buku ini, pembaca sekaligus telah membeli 1 buku anak untuk disumbangkan ke anak-anak di Indonesia Timur melalui Taman Bacaan Pelangi. Kapan lagi berdonasi dengan membeli buku?

Have a nice day!

-ne-

Advertisements

[Blogtour] Review + Giveaway Malika

Halo~

Ada yang mengikuti karya Kak Sefryana Khairil? Baru-baru ini, Kak Sefry menerbitkan kumpulan cerita dengan format e-book yang bisa diakses di Google Play.

Yuk, simak dulu blurb-nya:

Ketika rasa itu tidak kembali, bukan karena ia pergi. Namun, ia retak–pecah, tak bisa utuh lagi.

Banyak alasan untuk jatuh cinta, tetapi Malika tidak mengerti mengapa ia jatuh cinta kepada Galih, seseorang yang tidak benar-benar dikenalnya. Ah, bahkan ia juga tidak mengenal dirinya sendiri. Mengapa cinta begitu membingungkan seperti ini?

Temukan cinta dalam kisah Malika dan empat pasang anak manusia lainnya, karena mereka memiliki alasan masing-masing tentang rasa yang tersemat dalam dada.

Nah, kebayang gak ceritanya gimana?

Dalam buku ini, terdapat 5 cerita manis, yaitu Malika, Snow Falls in New York, Yang Turun Bersama Hujan, Happy Anniversary dan Is This Love?

Setiap cerita memiliki tema yang berbeda dan tentu saja menarik untuk disimak. Aku selesai baca dalam sekali duduk. Ah, sudah lama tidak membaca kumpulan cerpen. Cerita favoritku Is This Love? Tentang pertemuan Aji dan Mita yang sangat manis, melibatkan buku dan kopi.  Aku berharap kelima cerita ini menjadi lima novel karya Kak Sefry selanjutnya.

Kalian tertarik membaca Malika? Syaratnya gampang:

1. Follow akun instagram @lekhamedia, @sefryanakhairil dan @y0nea

2. Jawab pertanyaan ini via DM ke Instagram @y0nea: Apa yang akan kalian lakukan jiwa orang yang kalian sayangi mengalami amnesia?

3. Share info ini via story Instagram selama 24 jam, tag @y0nea

4. Giveaway ini berlangsung hanya 2 hari (31 Agustus 2018 – 1 September 2018)

5. Pengumuman akan dikabari via DM.

Terimakasih. Good Luck!

Happy reading~

IMG-1557

 

 

 

[Book Review] Midnight Prince

📕Midnight Prince
👧Author: @titisanaria
🖨Publisher: @elexmedia
📅 Cetakan ke-1: April 2018
🗝ISBN: 978-602-04-5783-3/ 978-602-04-5742-0 (digital)
🔖267 pages

[B•L•U•R•B]

“Menurutku, kamu menyukaiku.”

“Menurutku, kamu terlalu percaya diri.”

“Aku mengenalmu, Ka. Sebelum sesuatu yang aku nggak tahu itu apa, kamu nyaman denganku.”

Mika sadar, sudah saatnya dia meninggalkan masa-masa terpuruk dalam hidupnya. Menjalani kehidupan normal selaiknya seorang perempuan dewasa yang bahagia, seperti kata sahabatnya. Menemukan seseorang yang tepat, menjalani hubungan yang serius, kemudian menikah. Lalu Mika bertemu Rajata.

Semua nyaris sempurna seperti harapan semua orang untuknya, sebelum sebuah kenyataan menyakitkan menghantamnya telak. Membuatnya perlahan-lahan menghindari laki-laki itu, mengubah haluan menjadi seorang pesimis yang tak percaya pada kekuatan cinta.

Dia berusaha mematikan perasaannya tanpa tahu kalau Rajata justru mati-matian memperjuangkannya. Jika dua orang yang sudah tak sejalan bertahan di atas kapal yang nyaris karam, akankah mereka bertahan bersama, atau mencari kapal lain untuk menyelamatkan diri masing-masing?

Hai~

Ketemu lagi~

Aku termasuk telat baca novel ini walaupun sudah muncul di gramedia digital bulan April. Sempat baca sekilas, tapi kayaknya berat. Bagian awal dibuka dengan deskripsi tentang Mika. Ada sesuatu di keluarganya yang membuat dia trauma.

Mika adalah dokter umum yang mengambil double shift, siang di klinik dan malam di RS Lukito Medika. Tidak seperti dokter jaga yang istirahat di ruang dokter, Mika memilih untuk istirahat di atap UGD.

Kemunculan tiba-tiba Rajata di atap, dan interaksi mereka sempat membuat Mika lupa dengan dendam masa lalunya, sampai akhirnya kenyataan tentang identitas laki-laki itu membuat ia mundur teratur.

Nah. Dari awal aku udah main tebak-tebakan. Banyak tokoh terkait- Dhesa, Robby, Kinan, Dewa- yang satu-satu muncul dan menjawab penasaranku.

🔖Pov yang dipakai yaitu pov 1 Mika. Hmm, kak Titi emang suka maen pov deh. Never Let You Go pake pov 1 cowok lho. Udah baca belum? Aku selalu suka dengan cerita dengan pov 1. Jadi bisa hanyut dengan kisahnya dan ikut merasakan permasalahan Mika. Aku bisa depresi kalo jadi Mika. 😣
.
🔖Setting tempat lebih banyak di Rumah Sakit Lukito Medika Jakarta, di rumah Mika, beberapa Cafe dan restoran. Kebanyakan scene dan dialog di tempat makan sih. Konfliknya cukup berat, memang butuh dibahas sambil makan. Tapi apa berhasil? Hmm. Aku acungi 4 jempol buat Rajata yang gak mudah menyerah. 😘😘😘
.
🔖Alur maju- flash back bikin aku bertahan baca sampai akhir. Bikin penasaran banget. Kenapa sih ini? Ih, Mika nyebelin. Ya, gitu deh sepanjang baca. Kak Titi sukses bikin gemas karena konfliknya kayak lapisan bawang. Gak kelar-kelar. Tiap bab ada aja yang bikin masalah makin rumit. Pas klimaks, bikin pengen nangis.
.
Tapi jangan khawatir. Walaupun ceritanya cukup gelap, ada juga sisi manisnya koq. Baca sendiri biar seru.

Midnight Prince mengangkat beberapa tema kesehatan, Post Partum Depression parah yang menyebabkan bunuh diri seseorang yang penting bagi Mika menjadi awal trauma dokter ini. Belum lagi Mama yang depresi akibat meninggalnya Papa dan bangkrutnya kondisi ekonomi keluarga, membuat Mika menanggung semua sendiri. Kenyataan tersebut membuat Mika menjadi pribadi yang cenderung tertutup dan tidak mudah percaya pada orang baru.

Kinan, menjadi satu-satunya sahabat terdekat Mika, berusaha mendukung Mika dengan caranya sendiri. Aku suka dengan Kinan.

Ada banyak istilah kedokteran di sini. Tapi gak ada catatan kaki. Bagiku tidak masalah, karena aku cukup akrab dengan istilah itu. Mungkin bagi pembaca awam, perlu mencari di google. Tapi istilah-istilah tersebut tidak mengurangi semangat menyelesaikan sampai akhir.

🏳 Awalnya aku nyerah pas baca prolog dan Bab 1. Haha. Mungkin gara-gara lagi di jalan bacanya via Gramedia Digital.

🏳Bahasa yang digunakan formal. Mengingat tokohnya adalah dokter (?) Dan lingkungan yang jauh dari kesan gaul sehingga harus pake lo-gue.

🏳Tema cukup dark, tapi manis 🍭🍬 Awal-awal aku gak tahan sama sikap Mika. Ih, ribet amat dia ini jadi orang. Tapi makin akhir aku bisa simpati. Pov 1 Mika udah pas banget.

🏳Klimaksnya dapat. Pengen nangis pas adegan ketemu Dokter Inggrid dan Robby itu. Puk-puk Mika. Dan Rajata benar-benar berjiwa besar. 😍😍😍

Rating: 4,3/5 🌟
Rating usia: 18+

Aku baca via Gramedia Digital dan akhirnya beli fisiknya karena menurutku Rajata-Mika ini cocok jadi teladan.

Aku sangat merekomendasikan buku ini bagi pembaca yang suka kisah romance keluarga yang nggak biasa. Segera beli bukunya atau baca di Gramedia Digital. Happy Reading~🙋


[Book Review] Break A Leg

📕Break A Leg
👧Author: Umi Astuti (@umi.a)
🖨Publisher: @naminabooks
📅 Cetakan ke-1: Februari 2018
🗝ISBN: 978-602-60229-9-8
🔖316 pages


Halooo~ 🙋
Satu lagi terbitan dari Namina Books, yaitu Break A Leg. Mari disimak~

[B•L•U•R•B]

Angesti adalah seorang Program Director di sebuah televisi swasta. Ia dikelilingi lingkungan yang super konyol —kalau tak mau disebut gesrek—bahkan keluarganya sendiri seperti itu.

Untuk itu, di usianya yang sudah 28 tahun, ia bertekad bisa mendapatkan lelaki serius agar hidupnya bisa lebih tertata. Ia lalu dikenalkan oleh Bima—sahabatnya— kepada Adam.

Berharap, mungkin saja Adam adalah tipe yang ia cari. Ternyata tidak. Adam sama konyolnya dengan yang lain.

Sampai suatu ketika, ia menemukan seorang lelaki serius dari lembaga yang serius pula: Komisi Penyiaran Indonesia, hanya lewat cerita sekilas Ajimara—bosnya. Mulailah Angesti mencari tahu tentang lelaki itu di media sosial. Twitter adalah satu-satunya jalan penghubung keduanya.

Berhasilkah Angesti mendapatkan lelaki idamannya? Atau ia memang harus menerima nasib berjodoh dengan makhluk konyol lain?

——–
Hayo, penasaran gak nasib Angesti gimana? Ngenes bener nasibnya emang. 😥

Kenalan dulu yuk sama tokoh-tokoh novel BAL:
👧 Angesti Anindya Niswara
28 Tahun, Program Director TV Swasta

👦Farhan Afriandi
34 Tahun, Kabag Humas KPI

👨 Bima Fattan
29 Tahun, Teman Angesti

👩Alisa Rosmiati
Teman Angesti

Ada banyak sih tokohnya.
Angesti ada grup gesrek namanya CMIIWW. Membernya selain Angesti, Bima dan Alisa, ada Kana, Wahyu, Resty, Lydia, dan Andre.

Ada juga Adam, teman Bima.

Dan yang penting ada keluarga Angesti; Papa Rayhan Saputra dan Mama Sukma.

Gimana kelanjutan misi Angesti mendapatkan suami serius?

Berada di lingkungan keluarga dan pertemanan yang gesrek, membuat Angesti menjadi pribadi yang santai dan berani, kalo menurutku nekat sih.

Suatu hari Bima mengajak Adam saat hangout bersama genk ToTaTi. Di sanalah Angesti bertemu Adam. Di saat yang sama, Angesti tertarik dengan cerita Puput tentang kanebo kering, Kabag Humas KPI yang ganteng tapi kaku abis bernama Farhan Afriandi. Angesti mulai kepo dengan mengakses twitter. Dia menemukan akun Farhan dan dengan nekatnya balas postingan. Haha. Bagian ini kocak sih. Yaampun, gak ngerti lagi.

Selain itu, Angesti terkena syndrome Tetangga-Zone dengan Mas Hamish. Sayangnya Mas Hamish udah mau nikah. Ketika mengantar Mas Hamish periksa di rumah sakit, ternyata Angesti bertemu Farhan. Uwow. Gimana kelanjutannya? Baca sendiri ya!

Novel ini mengambil setting Kota Jakarta dan lebih banyak di kantor televisi swasta. Ada kafe ToTaTi dan KaKoKu sebagai tempat pertemuan. Dan banyak juga di rumah Angesti dan Alisa.

Alur yang digunakan adalah alur maju. Pov 1 Angesti mendukung cerita ini kita nikmati sebagai sebuah diary. Dialog dan deskripsi berimbang. Tapi lebih banyak pengamatan Angesti dan obrolan dengan tokoh lainnya. Mudah dibayangkan gimana dilema Angesti dan interaksi dengan para tokoh.

Akan lebih kaya jika disajikan dengan pov 1 Farhan. Tapi gak masalah. So far cukup menghibur. Aku selesai baca dalam 2 hari.

🔍Kelebihan:
📽 Cover simpel tapi mewakili cerita.
📽 Bahasa yang digunakan sehari-hari. Cocok untuk pembaca perkotaan.
📽 Tema termasuk umum dan ringan. Cocok untuk bacaan selingan.
📽 Pov 1 Angesti memudahkan untuk memahami dilemanya.
📽 Tokoh banyak dan dialog antar tokoh mewakili permasalahan sehari-hari dan cukup sesuai dengan tema. Bagian awal lebih banyak membahas tentang Pilkada Jakarta 2016, cukup menggambarkan kondisi pekerjaan para tokoh.

🔎Kekurangan:
📽 mengambil setting jakarta dengan budaya gesrek dan dirty jokes, membuatku tidak terlalu nyaman membacanya. Sangat disarankan pembaca 21+ ya. Dedek2 gemes jangan baca dulu. Nanti roaming.
📽 Aku tidak menemukan konflik yang berarti, tantangan Angesti menarik perhatian Farhan kurang seru. Haha. Mungkin bisa dikembangkan lagi di karya berikutnya.

Btw, Aku penasaran side story Bima dan Alisa. 😁

Buat kalian yang penasaran juga, bisa segera meluncur ke toko buku terdekat atau klik toko buku online favorit untuk mendapatkan novel Break A Leg. Happy reading~

Terimakasih kepada @naminabooks dan kak @umi.a untuk kesempatan berkenalan dengan Angesti dan Farhan. Ditunggu karya selanjutnya ya.

[Book Review] Ketika

📕Ketika
👧Author: @riapohan
🖨Publisher: @naminabooks
📅 Cetakan ke-1: Februari 2018
🗝ISBN: 978-602-60229-6-7
🔖324 pages

Hai~ Sudah lama gak update di sini. Aku mendapat kesempatan membaca buku terbaru Penerbit Namina Books yaitu Ketika.

Ada yang sudah pernah baca karya kak @riapohan?
Sebelumnya aku membaca novel kak Ria yang berjudul “Jodoh”. Setelah gemas dengan Deya dan Narend di novel tersebut, kisah mereka berlanjut di novel Ketika. 😍😍😍

Simak dulu blurbnya yuk~

————-
[B•L•U•R•B]

Menikah dengan Narendra tak lantas menjadikan hidup Deya lebih teratur. Deya tetaplah Deya. Wanita dengan absurditas dan kecerobohan tingkat tinggi. Namun, bukan berarti dia tidak bisa menjadi lebih baik. Karena bersama Narendra, Deya belajar untuk hidup lebih teratur dan mengimbangi kesempurnaan sikap suaminya tersebut. Memberikan warna bagi kehidupan tanpa kesenangan yang sebelumnya dimiliki Narendra. Menciptakan dunia dan kebahagiaan mereka sendiri.

Menikah dengan Deyara Milaikha, memberikan kejutan dan sensasi tak terduga bagi Narendra. Layaknya bermain roller coasters, Narendra harus siap menghadapi segala kegilaan yang diciptakan istrinya itu. Namun, bukan berarti ia menyerah. Karena baginya, seorang Deya sangat berharga dan layak untuk diperjuangkan. Karena mendapatkan Deya saja merupakan kebahagiaan tak terkira.

———
Novel ini bercerita tentang rumah tangga sekretaris ceroboh yang menikah dengan pak Bos tembok. Di novel Jodoh, kak Ria menceritakan bagaimana proses sebelum Deya dan Narend menikah menggunakan pov 1 Deya. Sementara di novel Ketika, kehidupan rumah tangga mereka disajikan dengan pov 1 Deya dan Narend secara bergantian.

Interaksi mereka lucu. Gimana Narend maklum banget sama sikap Deya yang ngomong suka gak pake saringan, tapi tetap bisa tegas kalo Deya udah kelewatan. Apalagi pas bagian Deya mulai ngidam aneh-aneh. 😂😂😂

Tidak ada konflik berarti selain Narend yang cemburu dengan mantan/teman akrab Deya, dan Deya yang cemburu dengan Arin. Membaca novel Ketika seperti membaca curhatan Deya dan Narend. Lucu-lucu gimana bacanya. Ikut sebel sama bos barunya Deya. Ikut gemes sama kelakuan absurd Deya, dan cuma bisa geleng-geleng dengan sikap Narend yang kadang-kadang lempeng, tapi kadang so sweet.

Tokohnya banyak, dan tidak terlalu berpengaruh dengan jalan ceritanya. Alur maju dengan deskripsi dan dialog yang berimbang membuat cerita cukup panjang. Ada aja kelakuan Deya dan Narend. Kak Ria seperti tidak kehabisan ide.

Aku sangat merekomendasikan untuk membaca novel “Jodoh” juga supaya bisa memahami cerita secara utuh. Gaya tulisan Kak Ria mengalir. Cocok untuk dibaca dalam suasana santai. Tapi sebaiknya untuk pembaca 17+ ya, karena ada beberapa konten dewasa. Jangan lupa beli di toko buku kesayangan kamu ya. Tersedia online maupun offline.

Terimakasih banyak kepada @naminabooks dan kak @riapohan yang sudah memberikan kesempatan membaca kelanjutan kisah Deya dan Narend. Mohon maaf apabila ada hal-hal yang kurang berkenan. Semoga sukses selalu dan ditunggu karya selanjutnya. 🙂