[Book Review] Break A Leg

📕Break A Leg
👧Author: Umi Astuti (@umi.a)
🖨Publisher: @naminabooks
📅 Cetakan ke-1: Februari 2018
🗝ISBN: 978-602-60229-9-8
🔖316 pages


Halooo~ 🙋
Satu lagi terbitan dari Namina Books, yaitu Break A Leg. Mari disimak~

[B•L•U•R•B]

Angesti adalah seorang Program Director di sebuah televisi swasta. Ia dikelilingi lingkungan yang super konyol —kalau tak mau disebut gesrek—bahkan keluarganya sendiri seperti itu.

Untuk itu, di usianya yang sudah 28 tahun, ia bertekad bisa mendapatkan lelaki serius agar hidupnya bisa lebih tertata. Ia lalu dikenalkan oleh Bima—sahabatnya— kepada Adam.

Berharap, mungkin saja Adam adalah tipe yang ia cari. Ternyata tidak. Adam sama konyolnya dengan yang lain.

Sampai suatu ketika, ia menemukan seorang lelaki serius dari lembaga yang serius pula: Komisi Penyiaran Indonesia, hanya lewat cerita sekilas Ajimara—bosnya. Mulailah Angesti mencari tahu tentang lelaki itu di media sosial. Twitter adalah satu-satunya jalan penghubung keduanya.

Berhasilkah Angesti mendapatkan lelaki idamannya? Atau ia memang harus menerima nasib berjodoh dengan makhluk konyol lain?

——–
Hayo, penasaran gak nasib Angesti gimana? Ngenes bener nasibnya emang. 😥

Kenalan dulu yuk sama tokoh-tokoh novel BAL:
👧 Angesti Anindya Niswara
28 Tahun, Program Director TV Swasta

👦Farhan Afriandi
34 Tahun, Kabag Humas KPI

👨 Bima Fattan
29 Tahun, Teman Angesti

👩Alisa Rosmiati
Teman Angesti

Ada banyak sih tokohnya.
Angesti ada grup gesrek namanya CMIIWW. Membernya selain Angesti, Bima dan Alisa, ada Kana, Wahyu, Resty, Lydia, dan Andre.

Ada juga Adam, teman Bima.

Dan yang penting ada keluarga Angesti; Papa Rayhan Saputra dan Mama Sukma.

Gimana kelanjutan misi Angesti mendapatkan suami serius?

Berada di lingkungan keluarga dan pertemanan yang gesrek, membuat Angesti menjadi pribadi yang santai dan berani, kalo menurutku nekat sih.

Suatu hari Bima mengajak Adam saat hangout bersama genk ToTaTi. Di sanalah Angesti bertemu Adam. Di saat yang sama, Angesti tertarik dengan cerita Puput tentang kanebo kering, Kabag Humas KPI yang ganteng tapi kaku abis bernama Farhan Afriandi. Angesti mulai kepo dengan mengakses twitter. Dia menemukan akun Farhan dan dengan nekatnya balas postingan. Haha. Bagian ini kocak sih. Yaampun, gak ngerti lagi.

Selain itu, Angesti terkena syndrome Tetangga-Zone dengan Mas Hamish. Sayangnya Mas Hamish udah mau nikah. Ketika mengantar Mas Hamish periksa di rumah sakit, ternyata Angesti bertemu Farhan. Uwow. Gimana kelanjutannya? Baca sendiri ya!

Novel ini mengambil setting Kota Jakarta dan lebih banyak di kantor televisi swasta. Ada kafe ToTaTi dan KaKoKu sebagai tempat pertemuan. Dan banyak juga di rumah Angesti dan Alisa.

Alur yang digunakan adalah alur maju. Pov 1 Angesti mendukung cerita ini kita nikmati sebagai sebuah diary. Dialog dan deskripsi berimbang. Tapi lebih banyak pengamatan Angesti dan obrolan dengan tokoh lainnya. Mudah dibayangkan gimana dilema Angesti dan interaksi dengan para tokoh.

Akan lebih kaya jika disajikan dengan pov 1 Farhan. Tapi gak masalah. So far cukup menghibur. Aku selesai baca dalam 2 hari.

🔍Kelebihan:
📽 Cover simpel tapi mewakili cerita.
📽 Bahasa yang digunakan sehari-hari. Cocok untuk pembaca perkotaan.
📽 Tema termasuk umum dan ringan. Cocok untuk bacaan selingan.
📽 Pov 1 Angesti memudahkan untuk memahami dilemanya.
📽 Tokoh banyak dan dialog antar tokoh mewakili permasalahan sehari-hari dan cukup sesuai dengan tema. Bagian awal lebih banyak membahas tentang Pilkada Jakarta 2016, cukup menggambarkan kondisi pekerjaan para tokoh.

🔎Kekurangan:
📽 mengambil setting jakarta dengan budaya gesrek dan dirty jokes, membuatku tidak terlalu nyaman membacanya. Sangat disarankan pembaca 21+ ya. Dedek2 gemes jangan baca dulu. Nanti roaming.
📽 Aku tidak menemukan konflik yang berarti, tantangan Angesti menarik perhatian Farhan kurang seru. Haha. Mungkin bisa dikembangkan lagi di karya berikutnya.

Btw, Aku penasaran side story Bima dan Alisa. 😁

Buat kalian yang penasaran juga, bisa segera meluncur ke toko buku terdekat atau klik toko buku online favorit untuk mendapatkan novel Break A Leg. Happy reading~

Terimakasih kepada @naminabooks dan kak @umi.a untuk kesempatan berkenalan dengan Angesti dan Farhan. Ditunggu karya selanjutnya ya.

Advertisements

[Book Review] Ketika

📕Ketika
👧Author: @riapohan
🖨Publisher: @naminabooks
📅 Cetakan ke-1: Februari 2018
🗝ISBN: 978-602-60229-6-7
🔖324 pages

Hai~ Sudah lama gak update di sini. Aku mendapat kesempatan membaca buku terbaru Penerbit Namina Books yaitu Ketika.

Ada yang sudah pernah baca karya kak @riapohan?
Sebelumnya aku membaca novel kak Ria yang berjudul “Jodoh”. Setelah gemas dengan Deya dan Narend di novel tersebut, kisah mereka berlanjut di novel Ketika. 😍😍😍

Simak dulu blurbnya yuk~

————-
[B•L•U•R•B]

Menikah dengan Narendra tak lantas menjadikan hidup Deya lebih teratur. Deya tetaplah Deya. Wanita dengan absurditas dan kecerobohan tingkat tinggi. Namun, bukan berarti dia tidak bisa menjadi lebih baik. Karena bersama Narendra, Deya belajar untuk hidup lebih teratur dan mengimbangi kesempurnaan sikap suaminya tersebut. Memberikan warna bagi kehidupan tanpa kesenangan yang sebelumnya dimiliki Narendra. Menciptakan dunia dan kebahagiaan mereka sendiri.

Menikah dengan Deyara Milaikha, memberikan kejutan dan sensasi tak terduga bagi Narendra. Layaknya bermain roller coasters, Narendra harus siap menghadapi segala kegilaan yang diciptakan istrinya itu. Namun, bukan berarti ia menyerah. Karena baginya, seorang Deya sangat berharga dan layak untuk diperjuangkan. Karena mendapatkan Deya saja merupakan kebahagiaan tak terkira.

———
Novel ini bercerita tentang rumah tangga sekretaris ceroboh yang menikah dengan pak Bos tembok. Di novel Jodoh, kak Ria menceritakan bagaimana proses sebelum Deya dan Narend menikah menggunakan pov 1 Deya. Sementara di novel Ketika, kehidupan rumah tangga mereka disajikan dengan pov 1 Deya dan Narend secara bergantian.

Interaksi mereka lucu. Gimana Narend maklum banget sama sikap Deya yang ngomong suka gak pake saringan, tapi tetap bisa tegas kalo Deya udah kelewatan. Apalagi pas bagian Deya mulai ngidam aneh-aneh. 😂😂😂

Tidak ada konflik berarti selain Narend yang cemburu dengan mantan/teman akrab Deya, dan Deya yang cemburu dengan Arin. Membaca novel Ketika seperti membaca curhatan Deya dan Narend. Lucu-lucu gimana bacanya. Ikut sebel sama bos barunya Deya. Ikut gemes sama kelakuan absurd Deya, dan cuma bisa geleng-geleng dengan sikap Narend yang kadang-kadang lempeng, tapi kadang so sweet.

Tokohnya banyak, dan tidak terlalu berpengaruh dengan jalan ceritanya. Alur maju dengan deskripsi dan dialog yang berimbang membuat cerita cukup panjang. Ada aja kelakuan Deya dan Narend. Kak Ria seperti tidak kehabisan ide.

Aku sangat merekomendasikan untuk membaca novel “Jodoh” juga supaya bisa memahami cerita secara utuh. Gaya tulisan Kak Ria mengalir. Cocok untuk dibaca dalam suasana santai. Tapi sebaiknya untuk pembaca 17+ ya, karena ada beberapa konten dewasa. Jangan lupa beli di toko buku kesayangan kamu ya. Tersedia online maupun offline.

Terimakasih banyak kepada @naminabooks dan kak @riapohan yang sudah memberikan kesempatan membaca kelanjutan kisah Deya dan Narend. Mohon maaf apabila ada hal-hal yang kurang berkenan. Semoga sukses selalu dan ditunggu karya selanjutnya. 🙂

BBB Penting Gak Sih?

Di kalangan para bookstagrammer, ada istilah BBB atau Buying Book Ban, maksudnya yaitu puasa beli buku. Nah, apa semudah itu? Mengingat belanja buku sudah seperti kebiasaan seperti halnya belanja kebutuhan sehari-hari. Beberapa waktu ini aku chat dengan beberapa bookstagrammer tentang gimana caranya supaya timbunan tidak menumpuk. Penasaran? Sila disimak baik-baik~

1.A.A.Muizz (@dereizen)

Tips ala bapak satu ini wajib dicoba

  • Ingat Prioritas

Banyak kebutuhan lain yang lebih prioritas daripada beli buku. Kalau pengen punya buku, rajin-rajin ikut giveaway dan daftar nge-host review. Lumayan dapat buku gratis. Tapi pilih-pilih bukunya, jangan sampe daftar yang bukan genre kesukaan atau temanya gak suka. Nanti jadi beban. Karena nge-review berarti harus rela promo. Kalo nggak suka, nggak boleh bohong kalo suka buku itu.

  • Rajin pinjam atau download e-book.

Dulu pesimis bisa baca e-book, tapi setelah pinjam di iJak, si bapak mulai ketagihan. Sekarang bisa baca e-book gratis yang asli di iJak, iPusnas atau scoop a.k.a Gramedia Digital.

  • Ubah mindset

Pengen punya harus jadi yang penting baca. Jadi nggak harus beli buku itu. Boleh beli karena emang butuh atau pengen banget. Kalau ngikutin buku yang hype, kalau gak cocok malah DNF (did not finish/gak baca sampe selesai) kan rugi. Nah, setuju banget.

Pesan Pak Muizz, daripada BBB, mending membatasi saja. Jadi sebulan buat belanja buku maksimal nominal sekian. Atau maksimal berapa buku. Kalau BBB, nanti pas usai pasti buat beli list yang panjang banget selama BBB. Wah, bahaya juga efek sampingnya.

2. Rezza Dwi (@wireawi)

Rezza punya 3 tips supaya timbunan nggak menumpuk:

  • Jumlah buku yang dibaca bulan itu minimal harus sama kayak jumlah bookhaulk.a buku yang datang (entah beli atau dikasih) kalau bisa malah wrap-up (buku yang dibaca) lebih banyak dibanding bookhaul.

Rumusnya: wrap-up =/> bookhaul.

Pas tau rumus ini bikin aku kapok deh. Haha. Jadi, Maret ini aku beli 17, baru baca 6 buku fisik dan 3 e-book, nah, e-book nggak dihitung, karena nggak ngurangi timbunan. Berarti aku masih ada hutang baca 11. Oiya, ada 1 bookmail juga dari penerbit untuk ngehost, nah, jadi hutang baca 12 nih. Nggak bakal kelar Maret kan? jadi timbunan deh.

  • Perketat wishlist

Kalau sekiranya gak terlalu kepengen, nggak usah dimasukin wishlist. Harus beneran yang pengen banget banget.

  • Beli buku ingat wishlist

Usahakan jangan beli selain di wishlist. Lagian tiap mau belanja buku inget dulu buku yang dibaca bulan itu udah banyak apa belum.

Coba komitmen sama 3 poin itu, TBR perlahan menyusut. Kalo poin a dijalankan, timbunan nggak nambah, minimal tetap. Kalo bisa jangan BBB, soalnya abis BBB kalap. Motivasinya baca lebih banyak biar timbunan habis dan boleh beli banyak. Jadi, jumlah beli buku sesuai dengan yang sudah dibaca. Tetap beli buku. Kalo udah baca banyak, boleh beli banyak. Jadi kayak reward dan punishment gitu ya? Kalo baru baca dikit jangan beli banyak, nanti timbunannya nambah.

Ada poin satu lagi sih dari Rezza, yaitu selektif daftar host review dan daftar giveaway hadiah buku, karena nanti kan nambah buku baru. Artinya, buku itu juga tanggungan untuk dibaca. Akhirnya jadi mikir, sanggup nggak baca segini bulan ini? Ini baru mainnya angka ya, belum lagi kalo ngomongin urutan baca, wiii.. ada timbunan dari tahun lalu..

3. Alyaa (@alyaale07books)

Anak SMA yang ngaku istri tokoh fiksi Vierro Damara ini punya tips yang jitu banget:

  • Selalu inget kalau kita bakal ada kebutuhan mendadak. Kalau kalap terus ada kebutuhan tiba-tiba pas uang habis kan repot.
  • Ingat masih banyak buku yang memasang wajah memelas di rak buku. “bacalah aku~~ bacalah aku~~~” Haha. Terutama buku-buku DNF. Mereka menunggu untuk dilanjutkan

4. April Cahaya (@avelight12)

Diam-diam April sudah berhasil BBB 3 bulan lho. Tapi Wishlistnya jadi banyak. Haha. Tipsnya cuma pura-pura nggak liat diskon dan buku baru. Haha, tapi kata April jangan Unfollow akun olshop dan penerbit. Nah, lho, gimana dong? Skip caption gitu kali yaa..

5. Astrid C (@beingacid)

Kata kacid, BBB itu bikin khilaf. Kacid berhasil BBB 1 bulan, bulan berikutnya khilaf. Tips kacid BBB apa?

  • Sabar menunggu diskon
  • Mengirit dengan baca di Gramedia Digital
  • Fokus baca timbunan dengan baca bareng

 

Oke, segitu dulu hasil wawancara dengan teman-temanku di dunia maya. Semoga bermanfaat ya. Boleh share juga tips kalian di kolom komentar. Happy Reading~

Yogyakarta, 27 Maret 2018

-ne-

 

 

[Book Review] Love Catcher

Judul Buku: Love Catcher

Penulis: Riawani Elyta

Penerbit: Gagas Media

Tebal buku: 312 halaman

Terbit : Cetakan I, 2017

ISBN: 979-780-908-9

 

Halo~

Akhirnya aku menyelesaikan membaca buku keempat Desember ini. Dibandingkan 3 buku sebelumnya, novel ini paling dilematis. Sepanjang baca tidak hentinya aku menahan nafas. Hal yang tidak akan kalian duga jika membaca blurb-nya. Cek dulu ya~

Tidak ada yang abadi di dunia ini. Tidak juga kesetiaan. Benarkah?

Azizi dan Gaby sepenuhnya mengerti, mereka tak bisa saling melepaskan. Terlebih, setelah segala harap tumbuh di antara keduanya, mereka tak yakin bisa jauh terpisahkan. Namun, kini keinginan untuk terus bersama tak lagi sejalan dengan kenyataan. Mereka harus memilih.

Love catcher mengisahkan sepasang kekasih yang telah memutuskan untuk hidup bersama selamanya. Namun, pilihan lain datang kepada mereka. Meski awalnya terlihat biasa, pilihan lain itu mengubah segalanya. Kisah mereka tak lagi sama. Mampukah janji menghapus segala ragu? Ataukah mereka harus menyerah pada rasa yang sudah terlanjur berbeda?

Ini novel ke-17 Kak Riawani Elyta. Selain menulis fiksi, Kak Lyta juga sudah menerbitkan 7 buku nonfiksi. Aku sudah mengikuti gaya bahasa Kak Lyta sejak novel Tarapuccino. Jadi, buku ini otomatis masuk wishlist-ku. Awal membaca blurb-nya, aku tidak menyangka bahwa novel ini akan membahas cafe cokelat. Sebelumnya Kak Lyta membahas dunia kuliner di Tarapuccino, The Coffee Memory dan First Time In Beijing.

Bagian prolog dibuka dengan obrolan dua orang bersaudara, yang kutebak salah satunya Gaby. Dilanjutkan dengan sesi komplain pelanggan Chocolieta, kafe coklat milik Gaby. Aku tidak tau fungsi sesi ini sampai membaca beberapa bab selanjutnya.

Walaupun baru kenal, Gaby dan Azizi sudah sepakat untuk menikah. Namun, tiba-tiba lembaga bimbingan belajar Azizi mengharuskannya untuk pindah tugas. Opsinya Gaby ikut atau mereka menjalani Long Distance Married (LDM). Pengalaman buruk Mama dan Papanya yang LDM membuat Gaby dilema. Belum lagi kepergian Ghea, adiknya dan Gary, kakaknya, membuat Gaby menjadi satu-satunya anak yang menjadi sandaran Mama.

Gaby memiliki Kania sebagai humas kafe dan teman curhatnya. Kepulangan Gary dari Italia pun tidak membantu sama sekali. Fakta mengejurkan bahwa Azizi, a.k.a. Jiji’ a.k.a Zee memiliki orang tua angkat, Tante Sophie dan Om Rahmat membuat Gaby ketar-ketir. Pertemuan dengan Mirza pun semakin membuat rumit pikiran Gaby.

Membaca separuh awal membuatku sibuk menebak-nebak apa maksud munculnya semua tokoh. Aku sudah hafal mati gaya tulisan Kak Lyta. Jangan harap akan menemukan scene romantis seperti novel lainnya. Kehadiran Tante Sophie dan Gary yang seperti hantu membuat aku bisa merasakan ketegangan Gaby. Kalau kalian jadi Gaby bakal milih Azizi apa Mirza?

Btw, ada yang sudah baca Hati Memilih? Kalian akan bertemu Icha di bagian 16. Iya, Icha yang itu~ Icha-nya Hazri, ingat?  Dan ya, Azizi yang kita baca sekarang Azizi yang itu~ boyfriend yang wise banget.

Nah, separuh terakhir kalian akan mendapat semua jawabannya. Tiap tokoh punya peran dan porsinya seimbang. Konflik cukup kompleks dan plot twist tidak tertebak. Sejak awal aku memberi tanda scene siapa supaya tidak ada yang terlewat. Banyak kejutan di sepertiga bagian terakhir. Dan ending-nya benar-benar membuatku kesal. Koq bisa sih? Ah, kasian kan.. 

Membaca keseluruhan karya Kak Lyta membuat aku bisa melihat perkembangan gaya tulisannya. Aku sempat bertanya pada Kak Lyta tentang proses penulisannya. Draftnya masuk 2015 dan baru terbit akhir 2017. Tema ini mengingatkanku dengan With or Without You karya Mbak Prisca Primasari yang tidak terlalu booming. Sayang sekali. Aku harap novel ini bisa disukai pembaca karena banyak quote bagus. Aku kutip kata-kata Icha ya:

Cinta itu nggak pernah memaksakan kehendaknya, sama juga seperti air, cinta pun memiliki muaranya, yaitu keikhlasan.(Page 159)

Aku hanya menemukan 1 typo di halaman 140. Setting cerita di Bandung, banyak percakapan menggunakan bahasa Sunda. Alur maju, tapi diseling dengan cerita masa lalu Gaby. Pilihan Pov 1 dari Gaby sangat cocok dengan cerita ini. Aku tidak menyangka bisa bertemu lagi dengan Azizi dan Icha di novel ini. Hati Memilih terbit 2011, dan aku baru membacanya  sekitar 2014. Aku sangat berharap Kak Lyta bisa menulis sekuelnya (lagi). Atau draft baru dengan tema yang lebih menarik. Aku tunggu karya selanjutnya.

Rating: 4,5/5

Ditengah ratusan novel tentang pernikahan, novel ini menyajikan tema yang jarang diangkat; kerusuhan sebelum hari-H. Sangat sayang untuk dilewatkan. Jadi, kuharap pembaca setia Kak Lyta juga menyukai buku ini. Dan bagi yang baru pertama kali membaca karya Kak Lyta, jadi penasaran untuk membaca karya lainnya. Happy reading~

Yogyakarta, 10 Desember 2017

-ne-

 

 

[Book Review] Before Happily Ever After

Judul Buku: Before Happily Ever After

Penulis: Sophie Hanna

Penerbit: Bhuana Ilmu Populer

Tebal buku: 360 halaman

Terbit : Cetakan I, 2017

ISBN: 9786024552169

 

Halo~

Buku ketiga bulan ini yang kubaca karena baca review Obrolin Buku. Oke, sepertinya aku harus berenti baca review kalo nggak mau keracunan beli juga. Aku share blurb-nya ya~

Bagi Yoga, cinta sejati hanya datang sekali seumur hidup, yakni wanita yang dicintainya selama lebih dari 15 tahun, meskipun dia telah tiada. Namun, ketika seorang wanita lain datang mengusik hatinya, akankah dia melanggar prinsip yang dibuatnya sendiri?

Daftar prioritas hidup Bintang adalah keluarga, uang, uang, dan uang. Cinta tak ada dalam kamus hidupnya. Namun kesalahan fatal yang dia lakukan saat koas di rumah sakit, memaksanya untuk menaklukkan hati seorang dokter yang dikenal dengan “tangan dewa” di rumah sakit tersebut. Masalahnya, dapatkah dia yang tak pernah jatuh cinta, menaklukkan hati seorang pria yang masih tenggelam dalam cinta masa lalunya?

Aku selalu tertarik dengan cerita dengan setting rumah sakit dan dunia kesehatan. Makanya koleksiku kebanyakan tema itu. Kapan-kapan aku share listnya deh ya. Wkwk.

Di novel ini, kalian akan berkenalan dengan persahabatan Dokter Yoga, Dokter Bara dan Jeremy. Ada juga Bintang yang menjadi tulang punggung keluarga setelah Ibunya meninggal dan Ayahnya kabur dari rumah. Bintang harus mencari uang untuk mengidupi empat orang adiknya yang masih TK, SMP dan SMA, sementara dia sendiri sedang koas.

Masalah yang Bintang buat ketika koas di UGD mengharuskan dia menerima tantangan Dokter Bara. Nggak profesional sih ya. Tapi aku bisa menerima alasan Dokter Bara, bromance dengan Dokter Yoga terlalu kental.

Aku suka tokoh Bintang, polos dan optimis. Cocok untuk mengalihkan pikiran Dokter Yoga dari Icha yang sudah lama pergi.

Ada banyak tokoh, tapi kurang kelihatan perannya. Cuma muncul 1-2 scene tapi bisa mengubah alur. Yoga punya 2 orang adik perempuan, Dila dan Alexa. Bintang punya 1 adik laki-laki, Piter, serta 3 adik perempuan, Tari, dan si kembar Bulan-Wulan. Teman baik Yoga yaitu Bara dan Jeremy, serta Dokter Sandra dan Ochan. Tokoh favoritku jelas dokter Bara.

Aku tidak terlalu suka dengan Yoga yang begitu rapuh sepulangnya dari bertugas. Masa iya Dokter gitu? Pov 1 dari Bintang dan Yoga secara bergantian. Akan lebih bagus jika tidak hanya membahas Yoga-Bintang, tapi tokoh lain juga bercerita.

Rahasia Jeremy di yang baru dibahas di akhir terkesan terburu-buru. Dokter Bara dan Sandra pun kurang mendapat porsi yang seimbang. Mungkin kalau sudah baca Beautiful Memories bisa lebih maklum dengan sikap Dokter Yoga. Tapi sayangnya plot twist mudah ditebak.  Buat yang suka cerita ringan, novel ini cocok untuk bacaan di kala luang.

Rating: 3/5

Terimakasih sudah mampir, semoga hari kalian menyenangkan! Happy Reading~

Yogyakarta, 10 Desember 2017

-ne-