Loratadine

Just enjoy, let it flow~

Hello, Desember! — December 9, 2014

Hello, Desember!

Halo~

Udah Desember ya ternyata.  Udah lama nggak update blog. Iya, seringnya upload foto di instagram nih. Ngetweet juga udah jarang. Apalagi facebookan. Alhamdulillah, I’m fine.

Apa ya?

Banyak hal bahagia selama berapa bulan terakhir.

Abang nikah sama akhwat betawi asli.

C360_2014-10-12-14-16-11-958

Nikahan Room-mate KKN Minggir 2011DSC_0031 Wisuda S2 Bendum KMMF 1430 HIMG-20141023-WA0003

Jadi Tour guide akhwat Malang, temen SMA-nya temen.IMG_20141115_152733Ikut Winter Exhibition EdUKindo

IMG-20141116-WA0011

Sohib ada yang wisuda. Syukuran Pejuang07.

IMG-20141118-WA0015

PhotoGrid_1416546443064

Tapi, tapi si Adhiyyat berulah lagi. Macet 2x di tengah hujan. Pertama, balik dari RS aku harus nuntun dia dari depan hutan biologi sampe perempatan MM UGM. Kedua, mau berangkat ke RS harus nuntun dari JIH ke UPN. Duh. Mader..

Akhirnya Sabtu Hud-Hud dikirim dan Rabu pekan lalu dia nyampe Jogja. Maaf ya, Adhiyyat. Sekarang harus rehat di pojokan garasi Salima sampe ada yang mau jadi sohib barumu.

Jadwal Desember ini Full.

Outbond karyawan RSIY, insyaallah tanggal 13, 20 dan 27. Aku sih kebagian tanggal 20.

Undangan walimahan estafet.

13 di Surabaya –> Dipta JS dg akhwat surabaya –> bakal jadi ajang reuni anak JS

18 di Temanggung –> Shiva 08 – Jupri 08 –> bakal jadi ajang reuni sahabat 8

20 di Jakarta –> Kak Yuki – Dimas  –> ajang reuni pejuang07

21 di Jogja  –> unduh mantu dr. Yovan

25 di Bekasi –> Fika dg ikhwan UI

28 di Jogja –> Alwi – Okta –> Yeah, reuni KMMF ini. tiap tahun PH KMMF nikah. Lutfi 2011, Lely 2012, Indah 2013, Alwi 2014. Aku, Ria, Hani dan Muslim insyaallah segera menyusul, mungkin 2015. #wish

 

Maaf ya, nggak bisa hadir di semua event bahagia kalian. Insyaallah ada event lain di masa depan. Bukannya nggak mau prioritasin, tapi 30 des – 3 januari udah diagendain ke Cikarang dan Serang. Kumpul keluarga. Jadi energinya difokusin ke situ.

 

Sampai jumpa dalam keadaan yang lebih baik. Insyaallah.

Salima, 9 Desember 2014, 05:57

 

Advertisements
Baca sampai selesai — May 12, 2014

Baca sampai selesai

Akhir-akhir ini aku sering menumpuk buku. Bolak-balik halaman demi halaman awal, kemudian loncat ke tengah, dan langsung baca ending-nya. Esoknya buku itu terlupa dan akhirnya menjadi daftar tunggu buku yang belum selesai.

Entah kenapa daya bacaku menjadi berkurang. Bisa jadi karena padatnya jam kerja, perjalanan macet yang melelahkan, serta setumpuk PR yang harus diselesaikan. Padahal, kemanfaatan sebuah buku tak bisa dirasakan ketika dibaca hanya setengah-setengah. Mari membaca!

Image

A Half of Jan — January 15, 2014

A Half of Jan

Halo~ udah januari..

Aku mengawali tahun 2014 sebagai tour guide seniorku yang menamakan diri sebagai Saudagar Kaizen. Mereka adalah orang-orang yang membuka lahan dakwah sekolah dan kampus di Baturaja ketika aku SMA dulu dan sekarang melebarkan sayap ke anak-anak SD.

Beberapa hari berinteraksi dengan mereka membuatku larut dalam nostalgia masa SMA. Dan kampus. Sebut saja begitu. Yah, sungguh kontras dengan hari-hari yang kuhabiskan di sudut ruang farmasi, berhadapan dengan pasien dan perawat serta rekan sesama farmasis, menggelinding di salima, menikmati hari-hari sunyi di kosan dan mengamati riuhnya suasana ketika menikmati eskrim tiap pekan bersama taakhi.

Mungkin ini yang disebut dengan masa transisi…

Seperti zombie..

Aku merasa hidupku semakin buram.

Entah karena sudah jenuh dengan stagnansi aktivitas. Atau belum menemukan titik terang tahap-tahap mencapai tujuan. Aku tidak betah di kosan. Berhari-hari menumpang di kontrakan lama dengan modus menjadi “juru masak salima”. Menghabiskan 7 jam di rsiy, 1 jam di jalan, sisanya melakukan rutinitas yang tak terarah.

Ah, ya, banyak targetan-targetan menuju 9 april. Ya, pasar masih buka. Teman-temanku sedang sibuk jualan. Lalu, aku hanya menjadi penonton yang mengamati gerak mereka.

Lalu, ditengah kejenuhan itu, aku mendapat kabar bahwa my grandma has passed away. Tanpa pikir panjang aku beranjak ke klaten. Ijin kepada koordinator instalasi farmasi. Beberapa hari bolak-balik jogja-klaten.

Bagian SDM memanggilku, bertanya keberlanjutan kerjaku di sana. Aku belum mencoba apply di tempat lain. Yasudah, coba saja dulu dijalani setahun ke depan. Dan kemudian aku berpikir untuk mencari suasana baru, bertanya tentang kosan sekitar rsiy. Sementara itu, lagi-lagi aku menumpang salima yang ditinggal mudik sebagian penghuninya. Ah, mau jadi apa aku?

Kapan si hidupku jelas? Hoho, mana ada si orang yang hidupnya jelas?

Setiap hari adalah kejutan. Manusia cuma bisa berencana, apa yang dialami ya skenario pencipta. Mana kita tau besok makan apa. Yang bisa dilakukan hanya YAKIN besok insyaallah ada yang bisa dimakan.

Mungkin aku hanya butuh sedikit rehat.

Berlepas diri dari riuhnya dunia target. Kembali menjadi aku yang menjalani hari-hari dengan bahagia. Ya, aku sedang menjalani cita-cita. Ayo, luruskan niat lagi.

Salima, 15 Januari 2014, 23:01

Yon's11053

My December — December 5, 2013

My December

Halo~ udah Desember yak? Desember selalu mengingatkanku dengan My December-nya Linkin Park dan tentu saja, Winter. Aku ingin sekali berada di negeri empat musim dan menyentuh salju. Pertanyaan “kapan pengumuman PNS?” makin sering terlontar dari teman-temanku.

Lima kali tujuh jam selama sepekan kuhabiskan di RSIY PDHI dan entah sudah berapa kali koordinator unit farmasi bertanya hal yang sama. Aku tau, sebagai rumah sakit tipe-D tentu status akreditasi sangat-sangat diusahakan. Banyak sekali standar pelayanan yang harus dibenahi. Sebagai pendatang baru, beberapa kali aku diajak berpikir tentang Standar Prosedur Operasional (SPO) a.k.a SOP. Beliau begitu terbuka terhadap masukan-masukan dari pengalamanku selama PKPA di RSPAD Gatot Soebroto. Bahkan bundel laporannya sudah kuserahkan pada beliau.

Kemarin abis rapat unit farmasi. Beliau menyampaikan program farmasi 2014. Sungguh, banyak cita-cita beliau. Tentunya sangat membutuhkan tambahan SDM yang bisa diajak berpikir bersama. SDM sekarang ada 14 karyawan tetap dan 6 orang part-timer. Dari 14 orang itu, apotekernya cuma 2, yang satu katanya mau resign. Dari 6 orang itu apoteker ada 4, tapi yang dua mau fokus di apotek dan yang dua nunggu pengumuman tes cpns. Jika kelima apoteker tersebut resign dari rsiy, tentu saja Apotekernya tinggal koordinator tersebut. That’s why sekarang lagi rekrutmen 2-3 orang.

Lalu, aku teringat konsep doa diantara Khauf dan Raja’, takut dan harap. Itu adalah sikap kita pada Allah. Kita takut tidak pantas menerima itu, tapi juga berharap doa itu terkabul. I’tiraf.

Wahai Tuhan, ku tak layak ke surga-Mu Namun tak pula, aku sanggup ke neraka-Mu. (Raihan-I’tiraf)

Satu sisi aku tidak ingin lulus cpns karena akan banyak hal-hal baru yang mungkin harus kuperjuangkan. Idealisme yang terbentuk selama lebih dari 6 tahun di Jogja tentu akan bersinggungan dengan realita di Baturaja. Kemandirian yang terlatih selama lebih dari 9 tahun tidak tinggal dengan orang tua mungkin akan tergerus ketika kembali ke rumah. Kemudahan mobilitas di Jogja tentu akan berganti dengan fasilitas di rumah.

Ntar kalo mau beli buku di mana? Online shop? Minta tolong beliin Rika? Ntar kalo gini gimana? Trus kalo gitu gimana?

Sisi lain aku tidak ingin orang tua kecewa. Banyak harapan orang tua. “Gek kalo kau lulus pns, bla.. bla.. bla..”

Seorang teman berkata, “Antum aneh, Ne. Biasanya banyak yang pengen mengabdi di tanah kelahiran. Lah antum…”

Mungkin beda sudut pandangnya kali ya?

Ada lagi adek kelas yang bilang, “Bisa jadi takdir mbak lewat ridho orang tua..”

Hati manusia berbolak balik.

Dulu, aku selalu dimotivasi untuk tidak pulang. Terserah mau kerja di mana asal nggak balik ke Baturaja. Mau tetap di Jogja, entah ke Jakarta, Bandung, Kalimantan.. Sekarang, kekeuh nyuruh jadi pns. Bahkan kemarin ketika aku tidak berhasil mendaftar di BPOM, disuru daftar di daerah.

Aku tidak pernah suka dengan kenyamanan, tapi kadang tak cukup kuat untuk mendapat tekanan dari berbagai sisi. Ya, Rabb, tunjukkan jalan terbaik.

Yang jelas mulai bulan ini uang kirimanku dipotong karena duitnya untuk bayar angsuran motor adek. Ya, aku sadar, harusnya ketika sudah resmi lulus, orang tuaku sudah tidak perlu mengirimi lagi. Tapi gaji part-timer di RSIY baru setengah dari kiriman dari orang tuaku. Mungkin sudah saatnya aku lebih berhemat.

Banteng Jaya II, 5 Desember 2013, 07:39

#STPC
#STPC
Kontemplasi — November 23, 2013

Kontemplasi

Dua puluh hari lalu aku mengikuti tes cpns. Pengalaman mengadu nasib. Jujur, aku tak terlalu tertarik dengan status pns. Tapi dengan background keluarga mayoritas guru pns, tentunya aku diarahkan untuk mengikuti jejak mereka.

Setelah sehari semalam menikmati suasana kampus di Bandung, aku bertolak menuju Baturaja. Sepanjang jalan aku membayangkan bahwa hidupku akan berubah setelah ini. Selama seminggu di rumah, ayah ibuku menyampaikan banyak hal. Yah, sebagai anak pertama, seharusnya memang tanggung jawab berada di pundakku. Adikku satu-satunya sedang sibuk skripsi dan membutuhkan banyak biaya. Apalagi sebagai calon arsitek, ia tidak hanya fokus di akademis, tapi ikut kegiatan kemahasiswaan di jurusan, terlibat aktif di komunitas arsitektur dan mengembangkan hobi di Solo Berkebun. Tentu saja ia butuh uang lebih banyak daripada mahasiswa biasa.

Hampir sebulan ini aku banyak berpikir. Menimbang-nimbang, menata ulang rencana hidup. Alhamdulillah, aku sudah mulai bisa menyesuaikan diri dengan aktivitas di RSIY PDHI. Banyak hal yang mesti dipelajari di sana. Tanggung jawab apoteker yang begitu besar sedikit demi sedikit mengikis rasa sungkanku. Aku butuh sarana pengembangan diri. Aku harus terus belajar.

Bekerja di mana saja bukan masalah, karena sejatinya ia adalah bentuk pengabdian atas sumpah yang sudah kuikrarkan 29 Agustus lalu. Lalu, dengan kondisi keluarga di rumah serta aktivitas dan lingkunganku di jogja, sesiap apa aku menerima konsekuensi langkah-langkah yang sudah kutempuh?

pilihannya ada 2:

  1. Lulus pns pulang ke Baturaja
  2. Gak lulus pns stay di Jogja

Memang, aku pernah apply ke RS di Jakarta, tapi sampe sekarang belum ada kabar. Sekarang, aku cuma bisa tawakal. Menunggu takdir yang sudah ditetapkan-Nya menyapaku pada waktu yang tepat.

Salima, 23 November 2013, 10:41

 

Image