Loratadine

Just enjoy, let it flow~

Gadget Makes Me Kudet — May 5, 2014

Gadget Makes Me Kudet

Zaman makin canggih, tapi masalah komunikasi masih saja ada. Yak, sekitar 1-2 tahun terakhir ini smartphone dan android menjadi primadona di dunia telepon selular. Sementara aku, masih bertahan dengan hape QWERTY jaman 2010. Tak terasa sudah 3,5 tahun Nokia C3 menjadi salah satu perangkat multimediaku.

Tahun lalu, aku berhasil menginstal aplikasi What’s App. Itu semacam mematahkan mitos bahwa hape jadul nggak bisa update. Tapi ternyata kondisi itu hanya bertahan 2,5 bulan. Lalu, setelah berbulan-bulan menghilang dari peredaran, setelah idul adha aku berhasil menginstal lagi WA. Dan keadaannya kembali berulang.

Sekarang, lagi-lagi aku menjadi rakyat jelata tanpa WA yang sering ketinggalan informasi. Beberapa info penting tidak sampai padaku karena hanya dibahas di grup WA. Bahkan info yang terkait dengan akar rumput di pohonku. Njuk aku kudu piye?

Maaf ya, jadi curcol. Doakan ya, semoga Allah memberiku rejeki untuk mengganti hape di saat yang tepat. Sekarang, aku sudah cukup pusing menghemat demi bisa bayar kos. Nasib fresh graduate yang nggak berani lagi ngajuin proposal dana sama ortu. Hoho..

Salima, 5 Mei 2014, 09:04

Abis buka imel yang isinya tentang sesuatu dengan deadline 4 Mei T.T

Advertisements
Hari-Hari Sunyi — July 10, 2013

Hari-Hari Sunyi

Aku ingat kata-kata Bu Bondhan, dosen mata kuliah Etika dan Perundang-undangan Farmasi, sekaligus Apoteker di Apotek UGM, pada kuliah perdananya. Beliau berkata, “Akan ada hari-hari sunyi setelah Sodara lulus nanti. Okelah setelah ujian masih bisa maen ke mana. Waktu Sodara disumpah apoteker, masih bisa berbahagia, menikmati kelulusan. Tapi setelah itu, akan muncul rasa galau. Mau kerja di mana? Kapan nikah? Mau tetap di Jogja atau pulang ke rumah? Dan berbagai pertanyaan lain.”

Jujur, aku masih belum percaya kalo sudah selesai ujian kompre. Berkali-kali aku bertanya pada diri sendiri, Ini beneran kompre udah kelar? So silly, right? Tapi emang rasanya seperti mimpi. Aku sudah selesai melewati masa-masa sulit di Farmasi UGM. Hampir lima tahun di S1 dan ditambah satu tahun profesi.

Lalu, setelah ini mau ke mana? Ibuku pernah bilang supaya aku jangan pulang. Dalam artian teruslah merantau. Emang mental ayah ibuku mental perantauan sih, jadi nggak pengen aku dan adekku Eza, berpikir sempit. Mereka ingin kami menimba pengalaman sebanyak-banyaknya di negeri orang. “Jangan mikir balek, Ne. Jadilah Yai bae yang nunggu rumah tuo.“

Yah, ceritanya kakekku adalah anak kesayangan, yang dititipin kakek buyut untuk menjaga rumah warisan itu. Hingga rumah kakek kemudian dijual untuk modal usaha toko baju yang akhirnya gulung tikar. Sungguh, keberhasilan ibuku bersaudara sekarang tidak lain karena kerja keras dan keikhlasan mereka.

Baturaja adalah salah satu ibukota kabupaten yang sedang berkembang. Dulu ketika SMA, toko obat sudah menjamur, tapi apotek hanya hitungan jari. Entah kenapa aku memilih Farmasi sebagai pilihan pertama dan Teknik Kimia sebagai pilihan kedua. Lalu, akhir semester 3 tibalah saatnya aku memilih minat. Antara farmasi klinik komunitas (FKK) atau farmasi sains industri (FSI). Waktu itu farmasi bahan alam (FBA) sudah dimulai di semester 1. Sesungguhnya aku ingin bekerja di industri. Tapi membayangkan 2,5 tahun ke depan akan berkutat dengan praktikum dan laporan, aku memilih FKK saja.

Nah, sekarang dengan status “pengangguran”, aku masih harus di Jogja menyelesaikan urusan administrasi semacam syarat-syarat yudisium. Selain itu ya memastikan kelanjutan kerjaku di apotek. Ah, ya, sesungguhnya Mbak Aping sedang bingung. Ada beberapa urusan yang belum selesai. Jadi ya aku tadi cuma bisa berkata dengan santai, “Yaudah mbak, kalo emang mbak masi bisa lanjut di sini ya lanjut aja. Aku kan rencananya cuma nggantiin mbak. Kalo mbak nggak jadi resign yaudah aku nyari kerjaan lain.”

Santai banget si gue bilang begitu? Haha. . Tapi emang prinsipku yang namanya rejeki ya pasti ada jalannya. If there is a will, there is a way. Kata MRku coba aja masukin lamaran di akademi farmasi, RSA atau manalah. Yah, rata-rata temenku kerjanya di  2 apotek. Pagi-sore di apotek A, sore-malem di apotek B. Keren deh.

Besok Ramadhan, sesungguhnya aku ingin menghabiskan Ramadhan di rumah saja. Tapi ya kuselesaikan dulu urusan yudisium kali ya? Ah, ya si embak juga minta aku handle apotek seminggu ini dulu, supaya beliau bisa fokus menyelesaikan urusannya. Aku hanya bisa mengangguk setuju. Mungkin besok aku sudah bisa memesan tiket pulang ke Baturaja untuk pekan depan? Tapi jadi nggak ikut i’tikaf dong? Hfft.  Yah, mungkin di sana aku bisa melibatkan diri di pesantren kilat atau buka bersama SMA, melebur di antara anak-anak Rohis SMA se-Baturaja, reuni dengan teman-teman SMA. Who knows? I miss myself when I was a senior high school student.

Sabtu-Ahad insyaallah aku dan Eza mau maen ke Klaten, sekalian pamitan aja dong kalo aku minggu depan mudik. Ehehe… Eza sekarang freelance di Solo Kota Kita (SKK). Rencananya mudik tanggal 25 Juli. Jadi kemungkinan kami nggak mudik bareng.

This is Monday, you know? Ini baru awal pekan. Masih banyak harapan yang bisa ditebar. Have a nice Monday!

Anugrah Wibowo, 8 Juli 2013, 11:25

554804_10150890594012795_53826591_n.jpg

23th B-day — April 26, 2013

23th B-day

23th B-day

Late is better than never =)

Tepat 31 Januari 2013, aku bertolak dari Jogja menuju Jakarta. Maka, aku melewati detik-detik akhir umur 22 tahun di kereta. Dan tentu saja hari pertama dengan label 23 years old ketika aku menginjakkan kaki di ibukota. Aku menemukan sebuah bungkusan dari My-Room-Mate, kumpulan Cerpen Blue Romance

Sesampainya di Jogja pun, ketika aku sedang jaga stand, My-Room-Mate at KKN memberiku sebuah bungkusan berupa boneka bantal pink. Asli ngerjain banget tuh anak. Udah tau aku alergi pink, tetep aja dikasi pink! >.< But, tengkyu anyway, Sist!

Kemarin malam, sepulang dari Togamas Suroto, Social Agency Baru Sagan dan Kopma, aku menemukan sebuah bingkisan menyambutku. Dan ternyata itu dua orang mengintipku dari pintu tanpa kusadari. Tepat setahun Muda Berseri berdiri, kami sekarang sudah sibuk dengan aktivitas masing-masing, tapi tetep yah, masi suka ngumpul.. Haha..

Dan tentu saja ribuan doa mengalir tiada putus dari orang-orang terdekat. Sesungguhnya ketika kita mendoakan orang lain, doa itu pun akan kembali kepada kita. Have a nice gift!

Janji Masa Depan — January 9, 2013

Janji Masa Depan

Aku pernah punya sebuah Lingkaran Qecil berisi orang-orang penting. Yah, kalo kata temanku sih, lingkaranku adalah lingkaran yang penuh konflik, bahasa halusnya penuh dinamika. Antar personal, maupun secara forum. Tapi, diluar itu semua, ada sebuah ikatan yang tak terdefinisikan.

Cerita berawal sekitar setahun yang lalu. Kami pertama kali bertemu tanggal 8 April 2011 di sebuah Masjid di Ringroad utara. Mereka bukan orang-orang yang belum pernah bertemu sama sekali. Ada yang pernah se-amanah, ada yang pernah bertemu di kajian, dan mayoritas adalah orang yang pernah satu lingkaran denganku sebelumnya. Maka, mulai tergambarlah dibenakku bagaimana kelanjutannya nanti. Yang jelas, itu bukan suatu hal yang menyenangkan bagiku saat itu.

Hari-hari berlalu, begitu banyak hal yang mendewasakan. Kata Sensei, kestabilanku di lingkaran akan berpengaruh pada bagaimana adaptasiku di amanah baru. Dan, ketika itu, aku merasa tidak stabil dalam lingkaran. Yah, itu adalah masa-masa terburuk yang pernah kualami selama di kampus.

Hingga sekitar pertengahan November, salah satu dari kami pamit duluan, pulang ke kampung halaman. Seminggu sebelum beliau wisuda. Namun, beliau ternyata tidak jadi untuk wisuda karena ayahandanya sedang sakit. Beberapa hari kemudian, ayah beliau meninggal. Sebuah guncangan yang cukup berat bagi beliau.

Yon's4443

Di akhir tahun, tiba saatnya kami bertebaran di muka bumi. Berada di lingkaran yang berbeda. Aku masih bersama dua orang lainnya di lingkaran yang baru. Dengan ritme yang berbeda tentunya. Yang jelas, hubunganku dengan beberapa orang di luar lingkaran hanya terbatas SMS atau mengobrol seperlunya ketika bertemu. Tapi, di luar itu, ikatan tak terdefinisikan masih tetap ada.

Tengah Juni 2012, seorang lagi dari bagian lingkaran kami yang pamit untuk mengabdi pada bumi kelahirannya. Sebuah bantal angry bird menjadi tanda kami akan tetap bersamanya.

Yon's6160

Dan malam ini, menjadi waktu reuni kami. Personil hampir lengkap, hanya dua orang tersebut yang tak hadir. Kali ini dalam rangka farewell party untuk satu orang yang akan berangkat esok pagi, dan sebagai penyemangat seseorang yang menunggu pengumuman kerja pekan depan. Seorang mendapatkan kotak serbaguna kuning dan scrapbook hitam, yang satunya dapat bento box biru dan scrapbook kuning. Keduanya mendapat pin Pejuang07 (hasil syukuran yang belum sempat disampaikan) dan stiker forsalamm (hasil ghanimah kajian manhaj).

Yon's7942

Dari hasil konferensi kami tadi, disepakati bahwa Insyaallah kami akan bertemu lagi 4 Juni 2021. Pada tanggal milaad salah satu dari kami. Semoga janji masa depan ini dapat terlaksana dalam keadaan yang lebih baik sebagai rangka menyambung tali silaturahim di antara kami. Amiiin..

Salima, 9 Januari 2013, 21:51

Antara terminologi medis dan farmakoterapi =)

NB: Mungkin dalam beberapa waktu ke depan, blog ini akan berisi cerita tentang farewell party. Hal ini disebabkan karena musim hujan sedang melanda jogja, hingga banyak teman saia yang dapat rejeki: nikah, kerja di luar jogja atau kembali mengabdi di tanah kelahiran.

Kapan nih gue?

Semua ada masanya #Aseek

Interaksi Sesama Ikhwah — January 4, 2013

Interaksi Sesama Ikhwah

Dalam sebuah forum, sangat wajar ketika ada perbedaan pendapat. Yang penting adalah bagaimana mengelola perbedaan itu. Terhadap sesama ikhwah, kita dituntut untuk memiliki adab yang benar dalam berinteraksi.

  1. Husnuz-zhon (bersangka baik) dan bahkan berusaha mencarikan alasan untuk membelanya jika ada orang lain yang menghujat ikhwah kita.  Tapi kemudian tidak hanya diam. Dalam islam ada mekanisme tabayun (cross-check) ke yang bersangkutan. Memberi nasihat, kritik dan saran secara halus dan sembunyi-sembunyi alias tidak di depan orang lain. Tiap manusia punya kekurangan dan kelemahan, namun bila kita ingin mengkritisi atau memberi masukan, hendaknya dengan memperhatikan adab agar dapat menjaga martabat atau izzahnya di hadapan orang lain.
  2. Memperlihatkan mahabbah atau rasa cinta pada mereka dan berusaha menahan emosi atau memaklumi kekurangan/ketidak tauan mereka.
  3. Mendoakan mereka ketika kita berpisah atau sedang tidak bersama mereka.
  4. Tanashur, tolong menolong sesama ikhwah sebagai realisasi ukhuwah. “Tolonglah saudaramu yang berbuat dzalim atau didzalimi,” yakni engkau menghalanginya dari berbuat kedzaliman atau membebaskannya dari keteraniayaan.
  5. Mengakui dan menghargai bantuan mereka di waktu lapang dan sempit, serta merasakan dan menyadari bahwa kekuatannya tidak dapat bergerak dengan sendirinya tanpa andil dan bantuan ikhwah lainnya, seperti problem yang dialami dalam masalah keuangan, penyimpangan atau terkena fitnah.
  6. Tidak menyukai atau tidak rela jika saudaranya berada dalam bahaya dan bersegera berbuat untuk mencegah atau menolak dan menyelamatkan saudaranya tersebut dari bahaya.
  7. Memberikan tadhiyah (pengorbanan) terhadap sesama ikhwah. Hasan al-Basri pernah berkata, “Tidak ada yang kekal dalam kehidupan ini kecuali tiga hal; Pertama, saudaramu yang kau dapati berkelakuan baik. Kedua, apabila engkau menyimpang dari jalan kebenaran ia meluruskanmu. Ketiga, shalat berjama’ah menghindarkanmu dari melupakannya dan meraih ganjarannya.”

Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berdoa: “Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.” (Al-Hasyr: 10)

Salima, 4 Januari 2012, 21:55