Loratadine

Just enjoy, let it flow~

Rehat — October 3, 2015

Rehat

Hello, All. Long time no see.. Well, sejak Ramadhan pindah rumah ke nolpitu.com si ya, jadi blog pribadi mulai dipenuhi sarang laba-laba. Banyak cerita sejak punya rumah baru, komunitas yang isinya orang random semua. Teman lama, mutual friend, sampe ke teman rusuh bareng.

Di antara kesibukan sebagai Apoteker, nolpitu.com semacam tempat melarikan diri. Abis finger print biasanya langsung kabur meet up sama anak-anak. Apalagi kalo weekend atau pas akhir bulan. Dari sembilan kali stress bikin jadwal, mungkin ada setengahnya ngerjain bareng mereka. Rencananya sambil nemenin yang ngerjain tesis si. Tapi ujung-ujungnya malah ngobrol ngalor-ngidul kayak lama nggak ketemu, padahal tiap hari rusuh di grup.

Kadang jenuh si ya dengan aktivitas yang monoton, setiap hari stressornya nambah. Tapi ya namanya pilihan ya, resiko apapun, hadapi aja lah ya. Harus bisa bedakan masalah kerjaan sama urusan pribadi. Capek. Yaya.. Kerjaan nggak ada abisnya.

Akhir Agustus kemarin sempat ngerasain traffic light accident yang menyebabkan cedera lutut kiri dan lengan kanan. September yang katanya ceria, diawali dengan istirahat 3 hari di kosan untuk pemulihan, hampir seminggu anter-jemput ke mana-mana, dan berujung dengan demam tinggi pas Idul Adha.

Dan, Oktober ini diawali dengan beda pendapat masalah seragam Jas Apoteker. Oh, My.. Kapan ya bisa hidup tenang? Dunia.. Dunia…

Kadang kalo udah gini, aku berandai-andai jadi orang kaya yang nggak perlu kerja. Tapi, nggak boleh kan ya? Yasudahlah, disyukuri aja. Masih bisa hidup normal, masih bisa ngerasa capek, masih bisa kesel sama orang, berarti hatinya belum mati.

Tiap pulang kerja cuma bisa berdo’a, “Ya Allah, berikanlah kesabaran yang tak terbatas” Apalagi kalo nyampe kos ternyata berantakan. Doanya nambah lagi, “Berikanlah rejeki halal yang banyak, biar bisa punya rumah sendiri.”

Haha. Begitulah~

Ketika semua dianggap serius, yang ada bakal capek doang. Lurusin niat, hadapi dengan kepala tegak. Be Strong!

Catatan Sepulang Kerja mampir ke Cacaobar,

3 Oktober 2015, 16.31

Advertisements
Hey, June! Hello, Ramadhan! — June 22, 2015

Hey, June! Hello, Ramadhan!

Sudah memasuki akhir juni! Sudah memasuki hari kelima Ramadhan. Bagaimana Ramadhan kali ini? Ini Ramadhan kedua sebagai Apoteker. Capeknya beda ya dengan jaman kuliah dulu. Kalo dulu abis kuliah sampe jam 3, mesti langsung kabur ke Mardliyyah, ikut kajian sore. Kalo kuliahnya agak siang, abis subuh siap-siap kajian pagi. Sekarang? Hfft..

Tarawih pertama dan kedua abis jaga pagi, pulang jam 4 sore dari RS, abis maghrib tepar. Bangun jam 9, akhirnya tarawih sendiri. 😦

Ramadhan pertama, waktu setelah dzuhur menjadi waktu efektif para karyawan stay di Masjid untuk memperbanyak tilawah.

“Enak ya, Mbak. Temen-temen unit lain bisa tadarusan dulu. Kalo farmasi sih sudah ditunggu pasien.” Kata salah satu rekan kerjaku.

 

Ramadhan kedua, jaga siang di Poli Lt. 3, Alhamdulillah pasiennya nggak terlalu banyak, jadi bisa tilawah 1 juz sambil nunggu Maghrib. Kesempatan yang langka jika kerja di tempat lain, mungkin. Teman-teman satu shift juga begitu khusyuk membaca Al-Qur’an. Pemandangan yang jarang terlihat di hari-hari biasa.

Lepas maghrib, ketika bersiap untuk tarawih, bagian IP mengabarkan bahwa dokter spesialis bedah dalam perjalanan. Kami menunggu dengan tidak sabar, sambil berdoa supaya dokternya datang habis tarawih saja.

Azan Isya’ terdengar, dokternya belum datang. Kami bertiga yang bertugas bergegas keluar ruang farmasi, menutupnya dan menitipkan kunci ke bagian kasir. Kemudian masuk lift. Ting! Pintu lift terbuka, aku sudah keluar menuju farmasi UGD, tiba-tiba muncul mobil dokter bedah di depan pintu masuk UGD.

“Mbak Ne. Ayo naik lagi.”

“Yaah.. ”

Dan kami semacam menjemput dokter yang datang.

 

“Dok, mbok tarweh sik,” ujar Mbak Ria, Asisten Apoteker senior yang sudah mengabdi sejak RS dibuka.

“Meh tekan jam piro?” jawab pak dokter. “Aku kesel e, rung buko. Ngur mbatalke.”

Mau sampe jam berapa emang? Aku capek belum buka, baru sekedar membatalkan puasa. Ah, ya. Dokter mah gitu orangnya. Dilema. Sekedar menyempatkan berbuka saja tidak sempat. Dari satu tempat praktek ke tempat praktek lain, capek di jalan, sudah ditunggu pasien.

 

Benar saja, keluarnya kami dari lift, wajah letih para pasien terlihat lega.

 

**

Dan akhirnya, ketika teman-teman shift siang sudah pulang, aku tarawih sendiri lagi, di ruang farmasi UGD. Menemani petugas jaga malam.

 

Ramadhan ketiga, jaga siang kali ini di farmasi induk. Pelayanan lumayan lancar, ketika azan, kami map pasien sudah selesai di-entry, sehingga kami bisa buka sambil menyiapkan obat. Aku tau keranjang obat yang sudah bisa diserahkan sudah menumpuk. Maka kupercepat makanku, dan segera kudirikan sholat maghrib.

Usai maghrib, aku menyerahkan obat sambil sesekali pasien menanyakan obatnya sudah atau belum.

“Iya, pak. Sudah jadi. Ini saya panggil sesuai urutan ya, Pak.”

Begitulah, akhirnya semua pasien rawat jalan sudah selesai dipanggil. Tumpukan resep rawat inap sudah menumpuk, tapi sudah azan isya’. Hmm..

Seorang perawat bangsal kelas I menelpon, menanyakan obatnya sudah bisa diambil belum? Sudah, jawabku.

Sayang sekali, jika kali ini lagi-lagi terlewat sholat isya’ dan tarawih berjama’ah, pikirku. Maka selesai menyerahkan obat pada perawat, aku pamit pada teman-teman untuk ke masjid. Biarlah resep rawat inap di-handle mereka saja.

Penceramah dan imam kali ini salah satu Tim IT. Walaupun beliau terlihat kocak, tapi gitu juga Ustadz (peace, Pak). Beliau salah satu ustadz favorit di kalangan karyawan, suka menyampaikan materi mentoring dengan bercerita. Materi ceramahnya tentang keutamaan Al-Qur’an di bulan Ramadhan dan bagaimana pengaruh Al-Qur’an membuat banyak orang menjadi mualaf.

Satu hal yang membuatku terenyuh. Ketika beliau menjadi imam, anaknya minta gendong. Demi apa?

 

Ramadhan keempat, petugas sahur cuma masak nugget dan menyiapkan yogurt. Dan itu membuat teman-teman tidak semangat. Aku akhirnya masak mie goreng. Yaelah, baru hari ke-empat, udah lesu. *sigh*

Habis subuh aku membuat farewell greeting, semacam kenang-kenangan untuk teman, mencuci dan pergi ke forum pekanan sampai dzuhur. Lepas dzuhur istirahat dan abis ashar membantu yang piket masak.

Tarawih kelima akhirnya bisa di masjid dekat kosan.

 

Ramadhan kelima, alhamdulillah, yang piket sahur masak sop dan Fuyunghai, daebak!

Hari ini masuk siang jadi pagi bisa istirahat sebelum menghadapi Senin sore yang biasanya rame. Doakan nanti bisa tarawih di masjid ya!

 

Salima, 5 Ramadhan 1436 H/ 22 Juni 2015, 12:42

Fight till The End — January 24, 2015

Fight till The End

Rurouni Kenshin - The Legend Ends
Rurouni Kenshin – The Legend Ends

Akhirnya bisa nonton The Legend Ends, sekuel Rurouni Kenshin (2012) dan Kyoto Inferno (2014). Aku bukan orang yang maniak manga atau anime si, tapi lebih suka film action dan drama daripada horor. Tokoh Kenshin cukup menjadi inspirasi, bagaimana seorang Battosai (assassin) bisa tobat jadi orang baik-baik. Seperti Umar bin Khattab dan Khalid bin Walid, preman di jaman jahiliyah dan jadi tokoh teladan setelah mendapat hidayah.

Tepat 2 minggu aku mendapat amanah yang cukup berat. Kalo di Standar Pelayanan Farmasi 2014 si, harusnya kerjaan ini dihandle oleh Apoteker yang sudah berpengalaman selama 3 tahun. Aku mah apa? cuma remesan chiki ditiup aja ilang. Belum genap 1,5 tahun menjadi Apoteker, belum banyak pengalaman, masi harus belajar.

Selama dua minggu ini, hampir tiap hari aku pulang dengan sisa-sisa tenaga, lelah, kesal, pusing, lapar, dan berbagai pikiran yang memberatkan. Ada rasa berat ketika mengucap sumpah Apoteker, Agustus 2013 silam. Ya, dunia profesi memang tidak ditaburi bunga-bunga. Banyak kerikil tajam dan jalan berliku di depan sana.

Amanah itu menjaga – Ya, menjaga supaya lebih banyak bersabar, lebih banyak bersyukur dan lebih banyak berkontribusi untuk kebaikan. I’ll try my best.

Kelak, amanah yang akan menjadi saksi bahwa waktu yang diberikan selama di dunia tidaklah dihabiskan untuk bermain-main saja. Semoga. Insyaallah.

Salima, 24 Januari 2015, 22:36

Pameran Koleksi Buku Festival Pembaca Indonesia 2014 — December 1, 2014

Pameran Koleksi Buku Festival Pembaca Indonesia 2014

Festival Pembaca Indonesia 2017

Kurang dari seminggu lagi menuju Festival Pembaca Indonesia 2014!

Sebagai update terakhir, Pameran Koleksi Buku menambahkan beberapa booth, lho. Berikut ini denah dan nama peserta terbaru sebagai referensi.

Nah, selain bisa ngintip koleksi bukunya para peserta, ternyata pengunjung juga punya kesempatan untuk mendapatkan doorprize berhadiah bingkisan dari Goodreads Indonesia juga.

Caranya?

Cukup kumpulkan stiker dari masing-masing booth dan tempelkan di halaman Peta Pameran pada Buku Acara, jika sudah terkumpul sebanyak-banyaknya, silakan serahkan potongan kupon yang tersedia di Buku Acara pada panitia yang berjaga di Meja Informasi.

Pemenangnya ada 3 (tiga) orang, lho! Jadi, pastikan untuk mengambil Buku Acara dan kumpulkan stiker sebanyak-banyaknya.

Sampai bertemu di Festival Pembaca Indonesia 2014, tanggal 6 dan 7 Desember 2014 nanti ya!

Denah IRF 2014

Denah Pameran Buku IRF 2014

A1-A2. Westeros Indonesia

Komunitas penggemar seri novel  fantasi epik “A Song of Ice and Fire” karya George R.R. Martin. Kebetulan sudah diangkat menjadi serial TV, Game of Thrones. Kami mengadakan kopdar tiap…

View original post 1,433 more words

Dzulqo’idah — September 21, 2014

Dzulqo’idah

Halo~

Aku melewati banyak hal beberapa bulan ini. Dan kubiarkan mengalir tanpa dokumentasi. Ah, ya. Tentu saja ada fotonya. Alhamdulillah, syawal kemarin aku berhasil menghabiskan uang THR dan sebagian gajiku untuk membeli Sony Experia E1 sebagai sarana komunikasi dan multimedia. Jangan khawatir, C3 baik-baik saja. Sekarang dia sudah pensiun dari tugas fotografi. Kerjanya hanya dibidang komunikasi dan dunia radio. Nomerku tetap XL yang sudah bertahan sejak kelas XI SMA dan kini bertambah AS, sesuai permintaan Ibunda.

Pekerjaanku baik-baik saja. Malah semakin bertambah, kuharap gajiku juga. *amiiin*

20140728_092340_001
Idul Fitri di Air Gading

Keluarga alhamdulillah, sedang banyak ujian. Rumahku dibongkar awal September lalu oleh orang yang tidak diundang. Sepulang ayah-ibu mengajar, rumah ditemukan tidak terkunci. Uang dan perhiasan ibu di lemari, Hape lama yang sudah pensiun, Laptop ayah yang jarang dipakai diambil tanpa sisa. Mungkin ini cara Allah mengingatkan Ibu supaya lebih ikhlas.

Seminggu ini, bulek yang di Klaten dirawat di RSU PKU Delanggu, Klaten. Kaki kirinya tak bisa digerakkan. Yah, semacam stroke ringan. Semoga beliau segera membaik.

Aku?

Mungkin karena Rajab dan Sya’ban kemarin kondisi fisik tidak terlalu baik, sedikit banyak mempengaruhi Ramadhanku.

IMG-20140721-WA0001
Buber Muda Berseri, disponsori oleh Avis dengan bintang tamu Intan Esa dan Tamy

Dan Syawal

IMG-20140810-WA0023
Unduh Mantu Atiudina-Arif di Kudus, 9 Agustus 2014
C360_2014-08-19-12-31-42-011
Wisuda Sarjana Pejuang 07: Aji N. Pakha, S. T., Catur Edi Gunawan, S. Psi. Nasrudin Nur Isnaini, S. TP. dan Pendadaran Reza Yogaswara, c. S. Si.
C360_2014-08-27-13-24-03-574
Syawalan KKN Minggir 2011 di Feskul Jakal Km. 6, 25 Agustus 2014
DSC_0097
Sumpahan Apoteker Desy Purnamasari, S. Farm., Apt. di GSP Lt. 1, 26 Agustus 2014 — Sengaja banget mampir sebelum Pelatihan di RSA UGM
C360_2014-08-31-23-12-23-682
Akad Nikah dan Walimatul Ursy Dian Rahayu Perwita Sari, S. Si dan Solli Dwi Murtyas, S. T. di rumah Dian, 31 Agustus 2014

Dan Dzulqo’idah ini..

C360_2014-09-20-22-08-29-343
Reuni Tim Editor CAKB – 20 September 2014 di Galeria Mall – Ariw dari Kediri, Catur dari Magelang, Dwina dari Jepang, Yova yang masi lanjut S2 dan aku pulang dari RS masi pake seragam.
C360_2014-09-21-14-13-06-743
Syukuran Wisuda Diploma Farmasi Yunanto Wahyu Saputro, Amd. F. di Sendang Ayu, Kalasan. Barakallah, Yunan. Moga ilmunya berkah dan makin betah di RSIY.

Kalau hati seperti cuaca, mungkin ia sedang mendung.

Entah akan hujan, atau kembali cerah.

Doakan yang terbaik.
Untuk agama, keluarga, masa depan..


Salima, 21 September 2014, 20:06